Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tumpukan sampah liar muncul di lokasi renovasi Pasar Terban, Gondokusuman, Rabu (11/9/2024). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah titik masih menjadi tempat pembuangan sampahl liar. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Satpol PP Kota Jogja maupun linmas di wilayah berupaya melakukan upaya preventif maupun represif untuk menangani hal ini.
Dari pantauan Harian Jogja pada Rabu (11/9/2024), salah satu titik yang menjadi tempat pembuangan sampah liar yakni di pinggir jalan C. Simanjuntak, Terban, Gondokusuman, tepatnya di wilayah Pasar Terban, yang saat ini sedang direnovasi.
BACA JUGA : Depo Sampah Kotabaru Jogja Luber Lagi, Bikin Bau Tak Sedap
Sampah menumpuk cukup banyak di bagian depan hingga mendekati sisi jalan. Bau menyengat tercium ketika melintasi lokasi ini. Tidak terlihat adanya petugas yang berjaga atau mengangkut sampah-sampah tersebut. Papan larangan buang sampah juga tidak ada. Adapun pembanguan fisik terpantau belum dimulai, baru pembongkaran bangunan lama saja yang sudah selesai.
Ketua Tim Kerja Operasional Penanganan Persampahan DLH Kota Jogja, Riyanto, menjelaskan di lokasi tersebut sebenarnya sudah dilakukan pengangkutan sampah. “Setiap hari sebetulnya sudah kita lakukan pengurangan sampah, tapi belum bisa maksimal,” ujarnya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja untuk mengangani sampah liar tersebut. “Dalam waktu dekat ini akan kita bersihkan sampah di lokasi itu, karena sudah mau dimulai pembagunan. Kemarin kami sudah koordinasikan dengan Dinas Perdagangan untuk saling membantu pembersihan sampah liar di Pasar Terban,” ungkapnya.
Adapun upaya penanganan pada titik-titik kemunculan sampah liar, pihaknya membersihkan dengan cara setiap hari mengangkut sampah mengunakan kendaraan roda tiga dan armada. “Hasil dari eksekusi sampah liar lalu kita bawa ke Unit Pengolahan Sampah di Nitikan dan Kranon.
DLH Kota Jogja juga berkoordinasi dng Satpol PP untuk upaya antisipasi maupun penindakan bagi pembuang sampah liar di Kota Jogja. Dari data DLH Kota Jogja, lokasi pembuangan sampah liar cukup banyak yang tersebar di Kota Jogja.
Lokasi tersebut diantaranya Jalan Mas Suharto, Danurejan; Jalan KH Ahmad Dahlan, Ngampilan; Jalan Kadipaten Kidul, Kraton; Jalan Kusbini, Gondokusuman; Jalan Poncowinatan, Jetis; Jalan C. Simanjuntak, Gondokusuman; Jalan Lempuyangan Tengah, Danurejan; Jalan Batikan, Pandeyan; Jalan Balirejo, Umbulharj; Jalan KH Wahid Hasyim, Ngampilan; Jalan Tunjung Baciro, Gondokusuman.
Kabid Pedlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Jogja, Suwarna, menuturkan dari sisi preventif, upaya yang dilakukan yakni patroli dan edukasi dengan melibatkan satgas Linmas Kota Jogja terutama pada titik-titik pembuangan sampah liar.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Angkut 1.059,184 Ton Sampah dari Seluruh Depo Pakai 252 Armada
“Kemudian penjagaan depo satlinmas agar warga masyarakat membuang sampah sesuai jadwal pembuangan. Kami juga lakukan pendampingan pengolahan sampah organik pada 154 kampung panca tertib di Kota Jogja,” paparnya.
Menurutnya, titik pembuangan sampah liar berganti-ganti tempat, sehingga diperlukan kerja ekstra dalam penanganannya. “Edukasinya dijaga oleh satgas linmas pada titik pembuangan sampah liar denga volume tinggi dan pemasangan banner larangan membuang sampah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp40 triliun untuk membayar angsuran dan bunga Kopdes yang jatuh tempo 27-28 September 2026.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.