Klaten Catat Sejarah, Pertama Kali ICHC Digelar di Indonesia
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Harda Kiswaya-Danang Maharsa./Istimewa
SLEMAN—Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada Pilkada Sleman 2024, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa membawa visi besar untuk menggerakkan roda ekonomi Sleman.
Mereka bertekad meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui strategi yang progresif, yakni dengan menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka dan ramah bagi perkembangan UMKM.
Pendekatan ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan. Pasangan ini menekankan pentingnya menarik investor untuk menanamkan modal di Sleman.
Meningkatnya investasi di wilayah ini diyakini dapat menggenjot pendapatan asli daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pondasi ekonomi Sleman agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Harda dan Danang optimistis bahwa dengan sinergi bersama pemerintah daerah, peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang akan semakin terbuka.
Dukungan terhadap rencana ini datang dari masyarakat lokal. Asvian, seorang tokoh masyarakat di Dusun Gunung Anyar, Donokerto, Turi, menyatakan kesiapan desanya untuk membuka lahan guna pengembangan kawasan yang strategis.
“Pembukaan peluang investasi ini akan membawa banyak manfaat bagi desa kami, terutama dengan adanya akses dari jalur keluar masuk tol Jogja-Semarang. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan ini,” ujarnya saat berdiskusi dengan Bolone Pakne, kelompok pendukung Harda-Danang, Senin (4/11/2024) malam.
Studi kelayakan yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa Sleman memiliki potensi besar sebagai pusat investasi di DIY.
Pariwisata, industri kreatif, dan pertanian adalah tiga sektor yang menjadi primadona. Wisata alam, budaya, dan edukasi, serta geliat industri kreatif, merupakan daya tarik utama yang diharapkan mampu memikat para investor.
Dukungan infrastruktur yang memadai juga akan menjadi faktor kunci dalam pengembangan ini.
Asvian menambahkan bahwa masyarakat desa berencana mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan alam. Beragam fasilitas, seperti kawasan agro industri dan destinasi wisata baru, telah direncanakan.
Selain itu, warga juga menantikan kolaborasi dengan pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk lokal dan memperluas jangkauan pasar.
Namun, tentu saja tantangan tetap ada. Salah satu yang terpenting adalah memastikan investasi tersebut benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, perlu ada pengawasan yang ketat terhadap setiap proyek investasi yang berjalan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Dengan terbukanya peluang investasi ini, warga optimis bahwa Sleman akan menjadi wilayah yang semakin menarik bagi investor, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina