Kenapa Sudah Online Tapi Sepi Pembeli? Realitas Baru Digitalisasi UMKM
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Acara sarasehan dan diskusi kebangsaan dalam Roadshow Kesejarahan di Balai Kalurahan Sendangmulyo, Sabtu (9/11/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) DIY menggelar Roadshow Kesejarahan di Kalurahan Sendangmulyo, Minggir (9/11/2024) malam. Selain itu ditampilkan pentas drama tentang perjuangan di masa Agresi Militer Belanda II di wilayah tersebut.
Lurah Sendangmulyo, Budi Susanto, mengatakan Roadshow Kesejarahan terlaksana berkat kerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY dan didanai oleh Dana Keistimewaan.
Kegiatan ini diisi diskusi tentang sejarah serta menyajikan pentas drama tentang sejarah lokal di Sedangmulyo.
Menurut dia, wilayah Sedangmulyo, khususnya di Padukuhan Kwayuhan memiliki andil terhadap sejarah pergerakan nasional. Pasalnya, lokasi ini sempat menjadi markas darurat kepolisian saat perang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang disebabkan karena agresi militer Belanda II pada 19 Desember 1948.
Saat itu, sambung dia, Belanda dalam waktu singkat bisa menguasai Pangkalan Udara Maguwoharjo dan Ibu Kota Negara yang berada di DIY. Akibat serangan ini, markas polisi di bawah komando Djen Mohammad Surya Pranoto mengungsi sementara ke Padukuhan Kwayuhan. “Di markas sementara ini dipergunakan untuk menyusun strategi memukul balik Belanda,” kata Budi.
Di tempat ini, juga ada makam pahlawan Ipda Toet Soeharsono. “Berkat perjuangan ini dijadikan Sekolah Polisi Negara [SPN] yang pertama karena setelah agresi mereda ada rekrtumen untuk jadi polisi. Ini ditandai dengan dibangunnya Monumen SPN Wiranara,” ungkapnya.
Kepala Seksi Sejarah Kundha Kabudayan DIY, I Gede Adi Atmaja, menjelaskan Roadshow Kesejarahan menjadi salah satu upaya Kundha Kabudayan DIY mengenalkan sejarah kepada masyarakat.
Program rutin ini merupakan bentuk upaya internalisasi sejarah. Di tahun 2024, Roadshow Kesejarahan sudah digelar di Banyurejo, Tempel; Bangunkerto, Turi; Pandowoharjo, Sleman; Margodadi, Seyegan. “Kali ini digelar di Kalurahan Sendangmulyo, Minggir,” katanya.
Sebelum Roadshow Kesejarahan digelar, Kundha Kabudayan DIY terlebih dahulu melatih para perwakilan warga lewat program Training of Trainer (TOT) tentang peristiwa bersejarah di DIY.
Adapun empat peristiwa bersejarah penting di DIY di antaranya Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang jatuh pada 1 Maret 1949, lalu Hari Jadi DIY, selanjutnya peristiwa Jogja Kembali dan terakhir Hari Keistimewaan.
Enam perwakilan warga dari lima Kalurahan diundang untuk menjalani TOT. Tindak lanjut dari pelatihan tersebut warga diminta menggali potensi sejarah di desanya dan menuangkannya dalam bentuk karya. “Untuk gelaran di Kalurahan Sendangmulyo memilih pentas drama dengan tema masa perjuangan saat agresi militer Belanda. Selain pentas teatrikal juga ada sarasehan kesejarahan,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.