Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi Jogjo ambruk.Ist-JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Para pemilik joglo atau limasan diminta untuk mewaspadai potensi robohnya bangunan saat terjadi hujan disertai angin kencang. Sejak awal musim hujan sudah ada lima Joglo di Kabupaten Sleman yang ambruk karena terdampak cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, banyak pengusaha yang memanfaatkan joglo atau rumah limasan sebagai tempat berusaha, khususnya di bidang kuliner.
Di sisi bentuk, bangunan ini memiliki ciri khas dan nilai estetik yang tinggi sehingga bisa menarik minat konsumen untuk berkunjung.
BACA JUGA: Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Sleman Diperpanjang hingga Akhir November 2024
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa bangunan ini terhitung rawan roboh saat terjadi embuasan angin kencang karena tidak ada penghalangnya. Hal berbeda apabila di sekeliling joglo ada dindingnya akan lebih kuat karena tiang utama tidak langsung terkena embusan angin.
“Joglo yang ada, kebanyakan hanya menempel pondasi. Harusnya, biar kuat harus ada pondasi dan slot balok keliling yang menyatu sehingga lebih kokoh. Jadi, konstruksi bagunannya harus lebih diperkuat,” katanya, Senin (11/11/2024).
Ia mencatat sejak awal musim hujan sudah ada lima joglo yang ambruk. Meski tidak menyebut secara rinci waktu dan kejadian, namun peristiwa terakhir terjadi di Kalurahan Tirtoadi, Gamping, Kamis (7/11/2024).
“Imbauan kami saat terjadi hujan deras disertai angin kencang untuk tidak berteduh di bawah bangunan yang tidak ada temmboknya seperti joglo, limasan atau gazebo. Sebab, ini rawan ambruk,” katanya.
Prakirawan Cuaca, Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Muhammad Nur Hadi mengatakan, berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan bahwa angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari tenggara mengindikasikan Monsun Australia masih aktif.
Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan D.I Yogyakarta 0,5-1,5 derajat Celsius atau netral hingga hangat bila dibandingkan dengan kondisi normalnya dengan suhu berkisar antara 28-29 derajat celcius.
Diperkirakan curah hujan di wilayah DIY tiga dasarian mulai pertengahan November hingga awal Desmber dalam intesitas rendah sampai tinggi berkisar antara 50-200 milimeter.
“Untuk prakiraan cuaca satu minggu ke depan, potensinya hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah DIY. adapun untuk tanggal 13-14 November potensinya hujan ringan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.