Hujan Diprediksi Mundur ke Desember, Pertanian Sleman Diminta Waspada
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Ilustrasi lahan pertanian tembakau - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kabupaten Gunungkidul menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBH CHT) sebesar Rp537,6 juta ke 896 petani/ buruh tani tembakau di Gunungkidul.
DBH CHT adalah bagian dari transfer ke daerah yang dibagikan kepada kabupaten/kota penghasil cukai dan/atan kabupaten/kota penghasil tembakau. Sedangkan, BLT DBH CHT adalah bantuan yang diberikan kepada Petani Tembakau dan/atau Buruh Tani Tembakau.
Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan masing-masing penerima manfaat menerima Rp600.000.
“Uang Rp600.000 itu dalam wujud buku tabungan PT. BPR Bank Daerah Gunungkidul,” kata Asti dihubungi, Selasa, (12/11).
Penerima manfaat tersebut tersebar di Kapanewon Karangmojo dengan tiga orang, Ngawen 185 orang, Paliyan 152 orang, Panggang 79 orang, Patuk lima orang, Ponjong 47 orang, Purwosari 152 orang, Semin 141 orang, dan Wonosari 120 orang. Sisanya, sebanyak 12 orang tidak mendapat DBHCHT, karena terdapa kesalahan pada data.
BACA JUGA: Budidaya Tembakau di Gunungkidul Masih Belum Maksimal, Ini Datanya
Tiga sasaran dalam penyaluran DBHCHT tersebut adalah orang yang mendapat penghasilan dari pekerjaan sebagai petani di sektor pertanian tembakau, lalu orang yang mendapat penghasilan dari pekerjaan sebagai buruh disektor pertanian tembakau, dan kepala keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan/ atau memilki surat keterangan tidak mampu dari pemerintah kalurahan.
Sekretaris Dinsos-PPPA Gunungkidul, Nurudin Araniri menjelaskan proses penyaluran BLT DBH CHT setidaknya melalui dua tahap. Tahap pertama adalah sosialisasi dan kedua adalah seleksi kelayakan penerima.
Plt. Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan kekuatan ekonomi daerah terwujud melalui keterlibatan masyarakat dalam konsep ekonomi kerakyatan. Dia mengharapkan agar BLT DBH CHT dapat digunakan sebaik-baiknya, sehingga bermanfaat bagi perekonomian keluarga.
Selain itu, dia mendorong agar sektor pertanian selalu berkembang dalam hal pengelolaan maupun teknologi. Pengembangan ini menjadi upaya untuk mempersiapkan diri seiring peningkatan jumlah penduduk di Gunungkidul pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.