Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Ilustrasi lahan pertanian tembakau - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kabupaten Gunungkidul menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBH CHT) sebesar Rp537,6 juta ke 896 petani/ buruh tani tembakau di Gunungkidul.
DBH CHT adalah bagian dari transfer ke daerah yang dibagikan kepada kabupaten/kota penghasil cukai dan/atan kabupaten/kota penghasil tembakau. Sedangkan, BLT DBH CHT adalah bantuan yang diberikan kepada Petani Tembakau dan/atau Buruh Tani Tembakau.
Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan masing-masing penerima manfaat menerima Rp600.000.
“Uang Rp600.000 itu dalam wujud buku tabungan PT. BPR Bank Daerah Gunungkidul,” kata Asti dihubungi, Selasa, (12/11).
Penerima manfaat tersebut tersebar di Kapanewon Karangmojo dengan tiga orang, Ngawen 185 orang, Paliyan 152 orang, Panggang 79 orang, Patuk lima orang, Ponjong 47 orang, Purwosari 152 orang, Semin 141 orang, dan Wonosari 120 orang. Sisanya, sebanyak 12 orang tidak mendapat DBHCHT, karena terdapa kesalahan pada data.
BACA JUGA: Budidaya Tembakau di Gunungkidul Masih Belum Maksimal, Ini Datanya
Tiga sasaran dalam penyaluran DBHCHT tersebut adalah orang yang mendapat penghasilan dari pekerjaan sebagai petani di sektor pertanian tembakau, lalu orang yang mendapat penghasilan dari pekerjaan sebagai buruh disektor pertanian tembakau, dan kepala keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan/ atau memilki surat keterangan tidak mampu dari pemerintah kalurahan.
Sekretaris Dinsos-PPPA Gunungkidul, Nurudin Araniri menjelaskan proses penyaluran BLT DBH CHT setidaknya melalui dua tahap. Tahap pertama adalah sosialisasi dan kedua adalah seleksi kelayakan penerima.
Plt. Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan kekuatan ekonomi daerah terwujud melalui keterlibatan masyarakat dalam konsep ekonomi kerakyatan. Dia mengharapkan agar BLT DBH CHT dapat digunakan sebaik-baiknya, sehingga bermanfaat bagi perekonomian keluarga.
Selain itu, dia mendorong agar sektor pertanian selalu berkembang dalam hal pengelolaan maupun teknologi. Pengembangan ini menjadi upaya untuk mempersiapkan diri seiring peningkatan jumlah penduduk di Gunungkidul pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.