Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi minuman keras oplosan yang disita dari rumah pelaku pengoplos di Kota Jogja./Istimewa- Polda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah penutupan sejumlah toko miras ilegal di Kota Jogja, Polresta Jogja kini mengalihkan perhatian pada pengawasan peredaran miras oplosan yang beberapa waktu terakhir marak beredar secara di masyarakat.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan langkah ini menjadi bagian dari upaya Polresta Jogja untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang Pilkada 2024. “Ini menjadi tindak lanjut atas penutupan sejumlah outlet miras yang tidak sesuai aturan ini bertujuan mencegah dampak buruk miras oplosan yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan warga,” ujarnya, Rabu (13/11/2024).
Dalam upaya ini, Polresta Jogja bekerja sama dengan Satgas Pangan dan instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan dan penindakan terhadap produksi dan distribusi miras oplosan di Kota Jogja yang bisa dipastikan ilegal. "Selain melakukan pengawasan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran miras oplosan, kami juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya konsumsi miras ilegal," kata dia.
BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan Dicampur Parfum, 3 Pemuda Mungkid Magelang Tewas
Penindakan terhadap miras oplosan ini menjadi prioritas utama, mengingat meningkatnya angka kecelakaan dan tindak kriminal yang seringkali berkaitan dengan konsumsi miras ilegal. Dengan langkah tegas ini, Polresta Jogja berharap dapat menurunkan peredaran miras oplosan dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif menjelang Pilkada 2024. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran miras ilegal dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang bebas dari barang-barang terlarang tersebut,” ujar dia.
Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Probo Satrio, menjelaskan operasi miras masih terus digelar, namun belum ada temuan baru. “Kita tetap razia terus, toko-toko, informasi-informasi yang dia jual eceran dari rumah ke rumah itu kami razia terus,” katanya.
Menurutnya, peredaran miras oplosan akan semakin sulit karena razia dilakukan secara bersama-sama. “Kalau razia kami ini kan beser-besaran dari polres, polsek juga, sehingga kemungkinan kecil mereka membuat oplosan dan berani mengedarkan itu."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.