Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Ilustrasi jembatan. JJLS Bantul dan Kulonprogo akan tersambung tahun depan melalui Jembatan Srandakan III./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Jembatan Pandansimo, proyek strategis nasional yang menjadi penghubung terakhir Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Jogja terus dikebut. Proyek senilai Rp814 miliar ini ditargetkan rampung pada Maret 2025 mendatang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo, menyampaikan bahwa progres pembangunan jembatan sepanjang 1,9 kilometer ini telah mencapai 81%. Meski demikian, kendala cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam penyelesaian proyek ini.
BACA JUGA: Proyek JJLS Kelok 23 Mencapai 50 Persen, Jalan Berkelok dan Perbukitan Jadi Tantangan
"Curah hujan yang tinggi menyebabkan area di tengah sungai terendam, sehingga menghambat pekerjaan konstruksi," jelas Setiawan, Rabu (13/11/2024).
Untuk mengatasi kendala tersebut, kontraktor proyek telah menerapkan sejumlah strategi, seperti meninggikan tanggul dan memanfaatkan jalur alternatif selama periode banjir. Selain itu, desain jembatan juga telah mempertimbangkan mitigasi bencana, mengingat letaknya yang berada sekitar 10 kilometer dari Sesar Opak.
Setiawan menjelaskan, penggunaan mortar busa dan LRB (Lead Rubber Bearing) pada konstruksi jembatan bertujuan untuk mengurangi dampak gempa. Selain itu, penambahan 200 pondasi juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi likuifaksi.
"Kami optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu, meskipun harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan potensi bencana," tegas Setiawan.
Lebar jembatan nantinya adalah sekitar 24 m, dan dibagi menjadi 4 lajur kendaraan yang dipisah. Di tengah separator jembatan akan dihiasi dengan tanaman. Selain mengutamakan keamanan, Jembatan Pandansimo juga mengakomodasi kebutuhan pejalan kaki.
BACA JUGA: JJLS di Gunungkidul Jadi, Akses Warga di Kawasan Pesisir Bisa Lebih Cepat
Di sepanjang jalur pedestrian pada sisi kanan dan kiri jembatan, tersedia anjungan khusus bagi pejalan kaki untuk berhenti dan menikmati keindahan Sungai Progo.
Jembatan Pandansimo juga mengusung desain megah dengan ornamen budaya Jawa, sekaligus mengakomodir kenyamanan pengguna jalan dan ruang untuk pedestrian.
"Desain jembatan ini dilengkapi dengan dua lajur pedestrian, tiga plaza di tengah jembatan, serta paving block khusus untuk orang disabilitas. Harapannya, desain ini bisa memberikan ruang terbuka bagi masyarakat untuk bersosialisasi," ujar Setiawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.