25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Ilustrasi menu uji coba Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMB) Kota Magelang, Jawa Tengah./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPRD Gunungkidul mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025 untuk penyelenggaraan program makan bergizi gratis.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan Dewan masih membahas RAPBD 2025. Dalam komponen RAPBD ini telah mengalokasikan untuk program makan bergizi gratis.
Menurut Ery, alokasi Rp28 miliar tersebut telah mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dengan mendasarkan rumus penghitungan dari Pemerintah Pusat. Persisnya, pedoman alokasi anggaran mendasarkan pada pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing kabupaten/kota. Besaran PAD tiap kabupaten/kota menjadi penentu besaran alokasi untuk program tersebut.
Dia mengaku Pemkab Gunungkidul masih menunggu petunjuk teknis mengenai program Presiden Prabowo tersebut. Dia belum mengetahui secara persis apakah anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten/Kota di DIY masuk dalam skema sharing atau reimburse.
BACA JUGA: Baru Lima Usaha Katering di Bantul yang Miliki SLHS untuk Program Makan Bergizi Gratis
Disinggung ihwal rasionalisasi postur APBD 2025, Ery menegaskan Dewan mengalokasikan anggaran ke program-program prioritas Dewan lebih dahulu. “Rasionalisasi yang kami antisipasi itu jangan sampai APBD 2025 mengalami gagal bayar. Kalau memang dalam petunjuk teknis program tidak ada reimburse ya tidak masalah soalnya kami sudah menghitung hingga kemungkinan nilai defisit APBD,” katanya.
Lebih jauh, Ery menegaskan Pemkab Gunungkidul mendukung program makan bergizi gratis. Program tersebut akan berdampak pada penurunan angka tengkes atau stunting. Adapun rencana pengesahan APBD 2025 pada Senin (25/11/2024).
Plt. Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan program makan bergizi gratis akan digelar dengan skema sharing anggaran Pemerintah Kabupaten dengan Pusat. “Upaya sharing pembiayaan perlu, karena konsep ke depan adalah bagaimana mengatasi berbagai permasalahan seperti kemiskinan, stunting, dan indeks pembangunan manusia. Ketiga hal tersebut permasalahan yang memerlukan penyelesaian komprehensif,” kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.