DPRD Jogja Desak Usut Tuntas Kasus Daycare Little Aresha
Kasus daycare Jogja disorot DPRD. Polisi diminta usut tuntas dan pengawasan PAUD diperketat demi lindungi anak.
Salah satu karyawan Diskominfosan Kota Jogja mengikuti pelatihan pemadaman api, di halaman Diskominfosan, Jumat (15/11/2034)./Istimewa-Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja membekali pegawai dengan kemampuan pemadaman api.
Bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja, Diskominfosan Kota Jogja memberikan pelatihan pemadaman kebakaran untuk seluruh karyawannya, di halaman kantor Diskominfosan Kota Jogja, Jumat (15/11/2024) pagi.
Ketua Tim Kerja Infrastruktur Pusat Data Dinas Kominfosan Kota Jogja, Suparman, mengatakan pelatihan pemadaman sangat diperlukan untuk memberikan bekal kemampuan mitigasi agar tidak meluasnya kebakaran.
"Kami ingin para pegawai mampu bertindak cepat dan tepat apabila terjadi situasi darurat seperti kebakaran, demi menjaga keselamatan bersama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).
Diakuinya, biasanya orang akan panik ketika melihat api yang cukup besar mulai membakar, sebab mereka belum memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memitigasi dan memadamkannya. "Dengan pelatihan ini, kami harapkan teman-teman tahu dulu ilmu dasarnya. Jadi, misalnya ketika menemui percikan api tidak lari, tetapi tahu bagaimana mengatasinya," katanya.
BACA JUGA: 14 Redkar Kemantren di Jogja Beradu Kemampuan Padamkan Kebakaran
Pelatihan tersebut diawali penjalasan instruktur dari Dinas Damkarmat Kota Jogja, Mohammad Farid. Dia menjelaskan mengenai perawatan dan pemeliharaan tabung alat pemadam api ringan (APAR) agar kondisinya senantiasa baik dan siap digunakan.
Selain itu ia juga menjelaskan mengenenai teknik dasar memadamkan api yakni dengan cara tradisional seperti penggunaan kain atau anduk basah maupun dengan cara modern seperti menggunakan APAR secara benar.
“Dalam pelatihan ini menggunakan tiga metode yakni menggunakan alat APAR yang berisi powder reguler dan apar yang berisi CO2 serta menggunakan handuk basah," jelasnya.
Salah satu peserta, Dity Octyvira, mengaku tegang saat memadamkan api dengan menggunakan APAR. Dia pun mengaku baru pertama kali mendapatkan pelatihan tersebut. "Harapannya dengan pelatihan ini semua karyawan bisa fasih menggunakan alat-alat tersebut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja disorot DPRD. Polisi diminta usut tuntas dan pengawasan PAUD diperketat demi lindungi anak.
Suzuki meluncurkan Fronx SGX Hybrid Kuro dan XL7 terbaru pada GIIAS 2026 dengan penyegaran desain serta fitur keselamatan.
Bank Dunia mencatat 52% perusahaan subjek PPh Badan menganggap penghindaran pajak mudah dilakukan berdasarkan survei WBES 2023.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai konsultan pajak berperan penting mendampingi wajib pajak dan mendukung optimalisasi pendapatan negara.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.