Dinas Perdagangan Gunungkidul Tingkatkan Pengawasan Produk Olahan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 19 November 2024 08:57 WIB
Dinas Perdagangan Gunungkidul Tingkatkan Pengawasan Produk Olahan

Produk olahan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul meningkatkan pengawasan produk olahan baik makanan maupun minuman dan olahan lain di pasar-pasar dan toko untuk mencegah peredaran barang palsu.

Kepala Bidang Perdagangan Disdag Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan pengawasan mulai meningkat per November 2024.

“Beberapa hari lalu kami sasar toko modern untuk pengawasan produk. Tidak ada produk bermasalah. Hingga hari Minggu kemarin juga kami belum menemukan temuan apapun,” kata Ris, Senin (18/11/2024).

Ris menambahkan perdaran barang palsu di pasar berpotensi terjadi menjelang akhir tahun di mana gelaran berbagai acara akan meningkatkan permintaan barang dan jasa.

Adapun pasar-pasar yang dikelola Disdag ada 38 pasar, satu taman kuliner, dan satu taman parkir. Di dalamnya sudah termasuk sejumlah pasar hewan.

Mantri Pasar Wonosari, Sularno mengatakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY sering datang ke pasar tradisional, termasuk Pasar Argosari guna mengecek kandungan bahan makanan. “Sekitar Oktober, BBPOM datang. Mereka mengecek snack anak-anak,” kata Sularno.

BACA JUGA: Cegah Kejahatan Jalanan, Polres Gunungkidul Berencana Pasang CCTV di Sejumlah Lokasi

Selain pengecekan snack anak-anak, Sularno menambahkan pengecekan khusus terhadap produk makanan atau minuman di Pasar Argosari secara khusus dilakukan setahun dua kali oleh BBPOM.

Pada 2023, BBPOM sempat menarik peredaran obat puli/ bleng. Obat ini biasanya digunakan untuk membuat kerupuk gendar. Saat ini, menurut Sularno peredaran bahan baku pembuatan kerupuk sudah aman.

“Kalau kami sendiri mengampu pengelolaan barang dagangan di pasar-pasar. Kalau pengawaan nanti khusus dari BBPOM dan Bidang Perdagangan,” katanya.

Disinggung ihwal keluhan pedagang, Sularno mengaku tidak menerima keluhan apapun berkaitan dengan peredaran produk palsu. Pedagang justru lebih sering mengeluhkan ketidakstabilan harga bahan pokok. “Kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Argosari aman, meski harga naik-turun,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online