Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Ilustrasi Satpol PP./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Satpol PP Sleman memastikan Kelompok Jaga Warga sudah terbentuk di 1.212 padukuhan. Setelah semua padukuhan terbentuk, maka program difokuskan untuk membentuk Omah Jaga Warga di setiap kalurahan.
Kepala Bidang Linmas, Satpol PP Sleman, Sudarmanto mengatakan, tidak ada masalah dengan pembentukan Kelompok Jaga Warga di Kabupaten Sleman. Pasalnya, sejak 10 September 2024 lalu, seluruh padukuhan sudah terbentuk kelompok ini.
“Total ada 1.212 padukuhan di Sleman dan sudah terbentuk 1.212 Kelompok Jaga Warga,” kata Darmanto, Sabtu (23/11/2024).
Menurut dia, program ini tidak hanya berhenti setelah terbentuk di padukuhan. Sesuai dengan Peraturan Gubernur No.41/2023 tentang Kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga, maka tidak hanya dibentuk di padukuhan.
Hal ini dikarenakan juga ada perintah untuk membentuk suatu wadah di tingkat kalurahan. “Kalau di kalurahan, Namanya Omah Jaga Warga,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang belum semua kalurahan membentuk Omah Jaga Warga. Pasalnya, dari 86 kalurahan di Sleman, sampai saati ini baru terbentuk 21 Omah Jaga Warga.
“Ini yang jadi fokus pengembangan. Tapi, pembentukan Oma Jaga Warga juga tergantung dari Pemerintah DIY, karena setelah terbentuk berhak mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus [BKK] sebesar Rp50 juta dari danais,” ungkapn.
Darmanto menambahkan, keberadaan Omah Jaga Warga tidak hanya sebagai wadah, namun juga sebagai upaya mengatasi persoalan bersama yang terjadi di kalurahan. “Jadi nantinya bisa saling melengkapi,” katanya.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, di masa pilkada, Kelompok Jaga Warga bisa menjadi kunci menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif serta aman dan damai. Selain itu, juga bisa berperan sebagai Berkaitan dengan peran seabgai mediator, Shavitri juga mengakui bahwa anggota kelompok sudah memiliki pengalaman untuk menghadapi berbagai permasalahan di Masyarakat.
Ia menyakini dengan jam terbang yang dimiliki, maka bisa memberikan solusi yang terbaik Ketika ada potensi gesekan dalam pilkada. “Anggotanya sudah sering melakukan musyawarah bersama dan ini jadi kunci untuk menyelesaikan berbagai permasalahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.