Libur Natal dan Tahun Baru, Disdag Gunungkidul Ajukan Penambahan Stok Gas Melon

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 06 Desember 2024 18:57 WIB
Libur Natal dan Tahun Baru, Disdag Gunungkidul Ajukan Penambahan Stok Gas Melon

LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul mengajukan penambahan kuota elpiji 3 kg atau gas melon ke Pertamina guna mengantisipasi kekurangan stok menjelang libur panjang Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Ris Heryani mengatakan kuota elpij yang diterima Pemkab Gunungkidul dari Pertamina tahun ini sebanyak 5.893.000 tabung. Adapun angka realisasi konsumsi per Oktober sudah 5.083.619 tabung. “Rata-rata realisasi per bulan itu 500.000 tabung. Kami juga sudah mengajukan ke Pertamina untuk penambahan kuota,” kata Ris dihubungi, Jumat (6/12/2024).

Kepala Disdag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan Disdag telah bersurat ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi serta Pertamina untuk meminta tambahan kuota gas melon pada September 2024. “Tambahannya ya menyesuaikan situasi menjelang libur panjang besok. Jangan sampai terjadi kelangkaan. Selama ini ya kami minta di kisaran 10 persen hingga 25 persen dari total kuota pada tahun berjalan,” kata Kelik.

BACA JUGA: Menteri ESDM Bahlil Ungkap Indonesia Impor 6 Juta Ton LPG Per Tahun

Salah satu pemilik warung makan di Pantai Sepanjang, Sariyanti mengaku menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru selalu terjadi kelangkaan stok gas melon lantaran semua pemilik warung di pantai tersebut menggunakannya. Padahal, ada sekitar 100 warung di Pantai Sepanjang. “Setiap hari raya pasti, selalu, gas itu kami kekurangan. Kami harus mencari di wilayah perkotaan. Agen gas di sekitar sini sedikit juga,” kata Sariyanti ditemui di warungnya.

Apabila melihat situasi pada Libur Natal dan Tahun Baru, Sariyanti mengaku kelangkaan gas melon diikuti kenaikan harga hingga Rp30.000 di tingkat eceran. Meski diprediksi terjadi kenaikan harga, dia tidak akan menaikkan harga menu.

Bukan hanya Sariyanti, pemilik warung lain di Pantai Sepanjang juga tidak menaikkan harga. “Kami sudah ada kesepakatan untuk membuat harga yang sama,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online