Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Harga Cabai Masih Rendah

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Senin, 09 Desember 2024 15:47 WIB
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Harga Cabai Masih Rendah

Cabai rawit - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Harga cabai di pasar Lelang Sleman masih rendah hingga mendekati libur natal dan tahun baru (nataru). Kondisi ini tidak beda jauh dari dua bulan sebelumnya ketika harga cabai anjlok di bawah Rp10.000.

Dari data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, harga cabai merah keriting di pasar lelang pada awal Oktober lalu Rp6.009 per kg. Sedangkan dari pantauan pada Minggu (8/12/2024), harga cabai merah keriting Rp7.000 per kg. Sedangkan untuk cabai rawit di kisaran Rp20.000 hingga Rp23.000 per kg.

BACA JUGA: Sidak Pangan Jelang Natal, Petugas Gabungan Temukan Sejumlah Makanan Tanpa Tanggal Kadaluarsa

“Harga cabai hingga saat ini masih rendah, khususnya cabai keriting. Satu minggu ini harga mulai merangkak naik, kalau hujannya merata di daerah-daerah sentra kemungkinan besar harga akan membaik,” ujar pala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, Senin (9/12/2024).

Harga cabai saat nataru menurutnya tidak akan tinggi karena di beberapa sentra masih banyak panenan. “Kecuali hujannya extrim, akan banyak tanaman rusak atau puso, mengakibatkan kenaikan harga cabai,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga kemungkinan masih akan terjadi pada 2025 mendatang. “Proyeksi harga cabai 2025 kemungkinan besar tidak akan berbeda jauh dengan tahun ini, kecuali iklimnya normal, tidak El Nino atau la Nina,” paparnya.

Akibat rendahnya harga cabai ini, para petani mengalami kerugian cukup besar.  Ia mencontohkan pada usaha dengan luas lahan 1.000 meter persegi, kerugian yang dialami sebesar Rp5-Rp7 juta. “Dengan biaya usaha tani Rp12-Rp15 juta, pendapatan usaha hanya di kisaran Rp7 juta,” katanya.

BACA JUGA: Harga Daging Ayam dan Minyak Goreng Turun, Telur Ayam Naik

Beberapa langkah dilakukan Pemkab Sleman untuk menanggulangi hal ini. Salah satunya yakni dengan membuat gerakan membeli produk petani bagi PNS. “Kami juga memberikan bantuan sarana produksi cabai berupa mulsa, pupuk NPK dan pupuk hayati cair, serta agensia pengendali hayati,” ungkapnya.

Dari sisi produktivitas, produksi cabai di Sleman pada 2024 sebenarnya sangat bagus. Dari total 17 kapanewon, sepanjang Januari-Oktober total produksi cabai mencapai 59.423 ton. Bulan September-Oktober menjadi puncak panen cabai di Sleman dengan jumlah produksi mencapai lebih dari 11.000 ton.

Produksi ini meningkat cukup signifikan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, sebagai dampak besarnya minat masyarakat menanam cabai yang dipicu oleh pasar Lelang Sleman. “Produksi cabai Sleman saat ini lebih dari cukup utk kebutuhan pasar lokal Sleman, sebagian besar terkirim ke pasar induk di Jabodetabek,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online