Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (IST/Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul menargetkan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di 102 titik pada ruas jalan daerah ini selesai pertengahan Desember.
"Pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini ada pemasangan LPJU di sebanyak 102 titik, saat ini 'on progress' Insya Allah pertengahan Desember sudah selesai menyala semua," kata Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi di Bantul, Senin.
Dengan demikian, kata dia, diharapkan menghadapi pelaksanaan libur panjang akhir tahun yang diprediksi arus lalu lintas mengalami peningkatan volume kendaraan, sudah menyala dan membantu penerangan jalan ketika pada malam hari.
Dia mengatakan, lokasi pemasangan LPJU tersebut hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bantul, yang memang sebelumnya minim penerangan jalan, sehingga diusulkan agar dipasang lampu jalan guna mendukung akses lalu lintas kendaraan.
"Lokasinya menyebar di hampir seluruh wilayah Bantul, ada yang di wilayah Kecamatan Bambanglipuro, kemudian Sewon, Jetis, kemudian Sedayu, Piyungan, dan Banguntapan. Jadi merata, tiap titik mungkin satu-dua lampu," katanya.
Dia mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk pemasangan LPJU di 102 titik ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten karena statusnya ada di jalan kabupaten tersebut sebesar Rp980 juta.
"Itu merupakan pokok pokok pikiran dari dewan. Lokasinya berada di jalan kabupaten, yang sebelumnya minim penerangan. Jadi usulan dari DPRD kemudian kita survei, memang memenuhi dan kita pasang," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selain proses pemasangan LPJU baru, pihaknya juga mengupayakan perbaikan lampu jalan di Bantul yang mengalami kerusakan atau tidak berfungsi akibat hujan deras yang mengguyur daerah ini beberapa waktu lalu.
"Untuk LPJU mayoritas sudah menyala, sudah semua, cuma kemarin hujan deras jadi banyak terutama LPJU-LPJU yang lama rawan sekali ketika ada hujan sering mati, sehingga itu kita prioritaskan untuk diperbaiki," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.