DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Tenaga Honorer - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemkab Sleman gelombang pertama sudah memasuki tes penerimaan. Hasil tes ini akan menjadi penentu bagi pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Budi Pramono mengatakan, tes untuk rekrutmen PPPK hanya berlangsung sekali. Setelah tes terselenggara akan diumumkan siapa yang dinyatakan lolos menjadi pegawai kontrak di lingkup Pemkab Sleman.
Hal ini berbeda dengan tahapan seleksi CPNS yang harus melalu tahapan Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang. “Sekarang masih berlangsung tes PPPK untuk gelombang pertama. Tes berlangsung mulai 10-13 Desember 2024,” kata Pramono, sapaan akrabnya, Rabu (11/12/2024).
Menurut dia, hingga sekarang penyelenggaraan tes rekrutmen PPPK berjalan lancar. Total ada 1.852 orang yang mengikuti tes untuk gelombang pertama dengan lowongan sebanyak 589 formasi.
Jumlah ini terdiri dari pegawai teknis sebanyak 458 formasi, guru sebanyak 103 formasi dan tenaga kesehatan 28 formasi. “Sekarang tes masih berlangsung dan mudah-mudahan pelaksanananya dapat berjalan lancar,” katanya.
Disinggung mengenai pendaftar yang diterima, Pramono mengakui untuk rekrutmen gelombang pertama diprioritaskan bagi guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis honorer K2 yang telah masuk database di Badan Kepegawaian Nasional. “Tentunya untuk diterima jadi PPPK, maka dalam tes juga harus memilki nilai terbaik,” katanya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan, di tahun ini ada tambahan pegawai melalui rekrutmen CPNS dan PPPK. Ia meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati adanya modus penipuan berkedok penerimaan pegawai. Biasanya, sambung dia, cara ini dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab dengan dalih bisa memuluskan dalam seleksi, tapi meminta imbalan tertentu.
Susmiarto menegaskan, proses tahapan seleksi langsung ditangani oleh Pemerintah Pusat dengan menggunakan aplikasi. Oleh karena itu, proses seleksi sangat bergantung dengan kemampuan masing-masing peserta.
“Tidak ada yang bisa membantu atau titip-titipan untuk lolos jadi CPNS atau PPPK. Wong saat keluar tes sudah bisa diketahui hasilnya. Jadi, kalau ada iming-iming akan membantu jelas penipuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.