Gunungkidul Ajukan 9 Jembatan Baru, Anggaran Rp27 Miliar
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Tenaga Honorer - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemkab Sleman gelombang pertama sudah memasuki tes penerimaan. Hasil tes ini akan menjadi penentu bagi pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Budi Pramono mengatakan, tes untuk rekrutmen PPPK hanya berlangsung sekali. Setelah tes terselenggara akan diumumkan siapa yang dinyatakan lolos menjadi pegawai kontrak di lingkup Pemkab Sleman.
Hal ini berbeda dengan tahapan seleksi CPNS yang harus melalu tahapan Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang. “Sekarang masih berlangsung tes PPPK untuk gelombang pertama. Tes berlangsung mulai 10-13 Desember 2024,” kata Pramono, sapaan akrabnya, Rabu (11/12/2024).
Menurut dia, hingga sekarang penyelenggaraan tes rekrutmen PPPK berjalan lancar. Total ada 1.852 orang yang mengikuti tes untuk gelombang pertama dengan lowongan sebanyak 589 formasi.
Jumlah ini terdiri dari pegawai teknis sebanyak 458 formasi, guru sebanyak 103 formasi dan tenaga kesehatan 28 formasi. “Sekarang tes masih berlangsung dan mudah-mudahan pelaksanananya dapat berjalan lancar,” katanya.
Disinggung mengenai pendaftar yang diterima, Pramono mengakui untuk rekrutmen gelombang pertama diprioritaskan bagi guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis honorer K2 yang telah masuk database di Badan Kepegawaian Nasional. “Tentunya untuk diterima jadi PPPK, maka dalam tes juga harus memilki nilai terbaik,” katanya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan, di tahun ini ada tambahan pegawai melalui rekrutmen CPNS dan PPPK. Ia meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati adanya modus penipuan berkedok penerimaan pegawai. Biasanya, sambung dia, cara ini dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab dengan dalih bisa memuluskan dalam seleksi, tapi meminta imbalan tertentu.
Susmiarto menegaskan, proses tahapan seleksi langsung ditangani oleh Pemerintah Pusat dengan menggunakan aplikasi. Oleh karena itu, proses seleksi sangat bergantung dengan kemampuan masing-masing peserta.
“Tidak ada yang bisa membantu atau titip-titipan untuk lolos jadi CPNS atau PPPK. Wong saat keluar tes sudah bisa diketahui hasilnya. Jadi, kalau ada iming-iming akan membantu jelas penipuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.