Stok Nasional Melimpah, Bapanas Pastikan Pemerintah Tidak Impor Beras pada 2025

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Kamis, 12 Desember 2024 15:37 WIB
Stok Nasional Melimpah, Bapanas Pastikan Pemerintah Tidak Impor Beras pada 2025

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Bapanas Gusti Ketut Astawa saat meninjau harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Beringharjo, Kamis (12/12/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras nasional melimpah pada 2025. Pemerintah pun bertekad tidak akan melakukan impor beras pada tahun depan.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Bapanas Gusti Ketut Astawa menuturkan stok beras nasional kini mencapai 8,2 juta ton. Ini jauh melampaui jumlah kebutuhan beras nasional yang hanya mencapai 2,5 juta ton perbulan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Bertekad Hentikan Impor Beras di 2025

Menurutnya, jumlah stok ini mampu mencukupi kebutuhan hingga musim tanam 2025 tiba. "Dengan demikian pemerintah sudah jelas memutuskan lewat Rakortas Menko Pangan bahwa 2025 tidak melakukan importasi beras," tegas Ketut saat ditemui di Pasar Beringharjo, Kamis (12/12/2024).

Hal ini berbeda dengan tahun lalu di mana pemerintah pusat melakukan importasi komoditas beras hingga kurang lebih mencapai hampir 4 juta ton.

Ketut menambahkan stok beras yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan bahkan cukup untuk memenuhi program makan bergizi gratis. Dia menuturkan tren periode bulan Januari hingga Februari akan terjadi penurunan produksi padi secara nasional.

Alasannya, pada dua bulan itu para petani tengah memasuki masa tanam. Namun, di bulan Maret hingga April stok beras akan kembali melimpah karena sudah memasuki musim panen. "Di 2025 produksi beras juga sudah digenjot dan ada peningkatan di bulan November, Desember,” imbuhnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online