130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Petugas memasang rambu peringatan bahaya di kawasan Pantai. /Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengimbau kepada wisatawan untuk mewaspadai keberadaan palung laut. Palung ini menjadi faktor kecelakaan laut yang kerap menimpa wisatawan.
Sunu mengatakan SAR telah memasang papan imbauan yang tersebar di seluruh titik pantai di Bumi Handayani. Papan ini perlu diperhatikan dan ditaati agar tidak terjadi kecelakaan laut. Meski begitu dia tetap meminta wisatawan waspada palung.
BACA JUGA : Libur Akhir Tahun, Tim SAR Bakal Berjaga 24 Jam di Pantai Parangtritis
Dilansir dari National Geographic, palung laut adalah lekungan panjang dan sempit di dasar laut. Palung laut berupa jurang berbentuk huruf “V’ di dasar laut dan merupakan bagian terdalam dari lautan bumi. Encyclopedia Britannica menulis palung laut memiliki kedalaman sekitar 7.300 hingga 11.000 meter.
“Palung itu kelihatan kok lewat arusnya yang cenderung ke tengah,” kata Sunu dihubungi, Minggu (15/12/2024).
Sunu menambahkan pihaknya juga terus memberikan imbauan lisan. Apabila wisatawan berenang, selain menghindari palung, wisatawan juga tidak boleh berenang ke tengah. Dengan begitu, laka laut dapat dicegah.
Sebelumnya laka laut di Pantai Sundak, Kalurahan Sidoharjo, Tepus sempat terjadi pada Jumat (13/12/2024) pukul 14.15 WIB. Ada tiga korban bernama Niko Dulimaulana, 23, warga Pemalang; Ari Andriyanto, 22, warga Pekalongan; dan Habib Kurniawan, 24, warga Pati.
BACA JUGA : Laka Laut di Gunungkidul Banyak Menimpa Warga Lokal
Sunu menceritakan ketiga korban sempat bermain air di Pantai Sundak bersama rombongan. Niko diperkirakan bermain air terlalu ke tengah, sehingga terhantam ombak dan terbawa arus ke tengah. Korban kedua dan ketiga yang melihat Niko terbawa ombak berniat menolong, tapi malah ikut terseret. Ketiga korban yang berhasil dievakuasi mengalami lemas dan syok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.