Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan telah bersiap menyambut libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dinkes akan mengirimkan surat edaran (SE) mengenai penjadwalan dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Puskesmas dan RSUD.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan tenaga kesehatan akan dibagi ke pos-pos wisata dan pos induk sesuai wilayah kerja masing-masing bersama petugas dari unsur lain. Dia belum dapat menyampaikan jumlah total tenaga kesehatan.
Dia mengaku tenaga kesehatan di 30 Puskesmas akan terlibat dalam kesiapsiagaan selama Nataru. Petugas kesehatan memberikan pelayanan standar di pos-pos wisata.
Pada 25 dan 26 Desember, Puskesmas dan RSUD juga akan buka, begitupun pada 1 Januari. Hanya, pelayanan yang diberikan terbatas. Apabila ada situasi gawat darurat, petugas di posko akan langsung membawa pasien ke RS.
“Puskesmas pelayanan standar, untuk gawat darurat saja. Bukan pemeriksaan. Kalau RSUD, poli rawat jalan tutup. Nanti kami arahkan ke Instalasi Gawat Darurat,” kata Ismono dihubungi, Senin (16/12).
BACA JUGA: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Desa Wisata Nglanggeran Terima Banyak Pesanan
Ismono menambahkan waktu buka Puskesmas dan RSUD sama seperti biasa. Khusus rawat inap buka 24 jam. Dinkes juga tidak akan menambah tenaga kesehatan. Mereka akan berjaga bergantian, sistem shift.
Khusus di Pos Siyono dan Pos Terminal dan beberapa pos wisata seperti di Pantai Baron, Puskesmas terdekat akan bergantian menampatkan tenaga kesehatan di pos tersebut. “Kalau di Puskesmas menyesuaikan jam kerja saja,” katanya.
Lebih jauh, Ismono meminta apabila ada ibu hamil yang pulang kampung ke Gunungkidul atau pergi ke Gunungkidul untuk dapat mendaftarkan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat teridentifikasi dan mencegah kematian ibu hamil.
Selain itu, pasien hemodialisis (HD) yang bepergian atau berwisata di Gunungkidul dapat melakukan cuci darah di rumah sakit Gunungkidul atau traveling hemodialisa. Traveling hemodialisa hanya dapat dilakukan di RSUD Wonosari, RS Nur Rohmah, Pantai Rahayu, dan RS PKU Muhammadiyah Wonosari.
“RSUD Saptosari belum bisa untuk cuci darah. Sumber daya manusianya belum ada,” ucapnya. Biaya menyesuaikan regulasi.
Direktur RSUD Wonosari, Diah Prasetyorini mengatakan pihaknya akan memberikan layanan pada hari libur atau cuti bersama Nataru. Layanan diberikan melalui UGD 24 jam.
“Kalau untuk perawatan rawat jalan kami buka di hari kerja. Kesiapan kami terkait libur Nataru dan apabila ada kegiatan keramaian kami siap di layanan UGD,” kata Diah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.