Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Gunungkidul mendapat besaran Dana Desa 2025 untuk Kabupaten Gunungkidul mencapai Rp168.808.759.000. Jumlah ini turun sekitar Rp8 miliar dari Dana Desa 2024.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMKPPKB Gunungkidul, Khoiru Rahmat mengatakan jumlah tersebut berasal dari alokasi dasar Rp100.491.934.000 dan alokasi formula Rp62.629.605.000. Adapun Gunungkidul juga mendapat alokasi kinerja Rp5.687.220.000.
Beberapa kalurahan yang mendapat alokasi kinerja, antara lain Kalurahan Bunder, Beji, Patuk, Ngoro-oro, Putat, Karangduwet, Girikarto, Sumberwungu, dan Tepus.
BACA JUGA: Upah Minimum Kabupaten dan Kota di DIY Diumumkan, Tertinggi Kota Jogja Naik Rp160 Ribu
Undang-Undang (UU) No. 62/2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2025 telah mengamanatkan penggunaan DD. Ada delapan poin utama penggunaan dana desa.
Delapan tersebut, yaitu DD digunakan untuk menangani kemiskinan ekstrem dengan penggunaan DD paling tinggi 15% untuk bantuan langsung tunai desa dengan target keluarga penerima manfaat dapat menggunakan data pemerintah sebagai acuan; penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim; peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa termasuk stunting.
Selain itu, dana desa juga digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan; pengembangan potensi dan keunggulan desa; pemanfaatan teknologi dan informasi untuk percepatan implementasi desa digital; pembangunan berbasis padat karya tunai dan penggunaan bahan baku lokal; dan/atau program sektor prioritas lainnya di desa.
“Nanti di semester dua biasanya tambahan insentif bagi kalurahan berkinerja baik akan turun,” kata Khoiru dihubungi, Rabu (18/12/2024).
Khoiru menambahkan penggunaan DD 2024 akan selesai pada 31 Desember. Hingga saat ini, sebagian besar kalurahan/ desa telah menyelesaikan kegiatan bersumber DD tersebut. Hanya, dia belum dapat menyampaikan jumlah desa dan rincian kegiatan yang belum selesai.
“Setelah 31 Desember kami baru dapat menyampaikan hasil progresnya. SEmua masih dalam progres mencapai keluaran optimal. Data pasti, kami masih menunggu laporan dari desa-desa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.