Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Suasana pertunjukan kolaborasi antara Sandyakala Strings Quartet dan Svarnayodya dengan latar belakang koleksi batik Vorstenlanden di Stasiun Tugu Jogja, Senin (23/12/2024)/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—PT KAI Daop 6 menghadirkan perpaduan unik antara musik klasik dan seni batik dalam sebuah pertunjukan di Stasiun Yogyakarta (Tugu).
Kolaborasi antara Sandyakala Strings Quartet dan Svarnayodya dengan latar belakang koleksi batik Vorstenlanden berhasil menciptakan atmosfer yang begitu kental dengan nuansa budaya Jawa. Pertunjukan yang digelar pada Senin (23/12/2024) lalu ini merupakan bagian dari rangkaian acara Roadshow Batik.
Manajer Humas Daop 6, Krisbiyantoro mengatakan pemilihan Stasiun Yogyakarta (Tugu) sebagai lokasi pertunjukan bukan tanpa alasan. "Stasiun Tugu dengan arsitekturnya yang klasik dan sarat sejarah menjadi latar yang sempurna untuk menyaksikan pertunjukan musik klasik. Kami ingin menciptakan harmoni antara bangunan bersejarah, seni batik, dan alunan musik yang indah," ujarnya.
Koleksi batik Vorstenlanden yang dipamerkan dalam acara ini menampilkan filosofi mendalam dari seni tradisional Jawa.
Motif-motif batik yang penuh makna dipadukan dengan aransemen musik klasik menciptakan sebuah karya seni lintas generasi yang mampu menggugah emosi para penonton. "Kami ingin menunjukkan bahwa seni batik tidak hanya sekadar kain, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan," ucap Krisbiyantoro.
BACA JUGA: Gandeng Lawasan Batik, KAI Daop 6 Jogja Gelar Pameran Sejarah di Stasiun
Selain pertunjukan musik, KAI Daop 6 juga menyelenggarakan berbagai aktivitas menarik lainnya dalam rangka Roadshow Batik. Salah satunya adalah Nyanting dan Healing, di mana pengunjung dapat belajar membatik secara langsung dari para ahli.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan proses pembuatan batik dan merasakan sensasi menciptakan karya seni sendiri. "Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin tertarik untuk mempelajari dan melestarikan seni batik," ungkap Krisbiyantoro.
Selain Nyanting dan Healing, ada juga kegiatan Jogja Walking Tour yang salah satu destinasinya adalah Stasiun Tugu. Kegiatan ini mengajak peserta untuk mengenal lebih dekat sejarah dan arsitektur Stasiun Tugu sambil menikmati keindahan Kota Jogja.
KAI Daop 6 berupaya menjadikan Stasiun Yogyakarta (Tugu) sebagai ruang publik yang kreatif dan inklusif. Dengan menggelar berbagai acara seni dan budaya, diharapkan Stasiun Tugu dapat menjadi tempat berkumpul dan berkreasi bagi masyarakat. "Kami membuka kesempatan bagi berbagai komunitas untuk memanfaatkan area non-komersial di Stasiun Tugu untuk mengadakan kegiatan yang positif.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.