Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja Sleman memastikan keluarga transmigran sudah diberangkatkan ke lokasi penempatan transmigrasi. Pemberangkatan terakhir dilaksankaan ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 17 Desember 2024.
Pemeriksa Ketransmigrasian, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Denni Indriastuti mengatakan, tahun ini ada empat keluarga yang diberangkatan untuk program transmigrasi. Dua keluarga diberangkatakan ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dan dua keluarga ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ia memastikan, seluruh keluarga sudah diberangkatkan ke lokasi transmigrasi. Meski demikian, Indri tidak menampik pemberangkatan sempat tertunda karena biasanya berangkat pada November, tapi di 2024 pemberangkatan baru terlaksana di pertengahan Desember.
“Sudah berangkat. Terakhir, ada dua keluarga asal Sleman diberangkatkan ke lokasi transmigrasi di Koromolai di Kabupaten Luwu Timur pada 17 Desember lalu,” katanya, Minggu (29/12/2024).
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat keberangkatan calon transmigran mundur. Selain butuh persiapan di lokasi transmigrasi, juga disebabkan karena perubahan pejabat di Kementerian sehingga memberikan pengaruh.
“Yang tanda tangan adalah Menteri baru sehingga ada penyesuaian. Tapi, sudah bukan jadi masalah karena semua keluarga sudah diberangkatkan,” katanya.
Disinggung mengenai alokasi transmigrasi di 2025, ia mengakui hingga sekarang belum ada ketentuan dari Kementerian. Meski demikian, dengan melihat pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya kemungkinan pada Maret baru diketahui alokasi di setiap daerah.
“Kalau sekarang masih menunggu. Tapi, untuk peminatnya lebih banyak ketimbang alokasi yang tersedia,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih mengatakan, sebelum pemberangaktan, keluarga calon transmigrant diberikan pelatihan di bidang pertanian maupun olahan makanan. Diharapkan dengan pelatihan ini menjadi bekal hidup di lokasi transmigrasi.
Sutiasih menambahkan, di lokasi transmigrasi juga mendapatkan rumah siap huni. Selain itu, diberikan lahan perkarangan dan usaha seluas dua hektare.
Di sisi lain juga mendapatkan jatah hidup selama 12 untuk berlokasi di lahan kering dan 18 bulan yang berlokasi di lahan basah. Pemkab Sleman juga menyediakan bantuan modal usaha sebesar Rp13 juta untuk satu keluarganya.
“Ada juga bantuan berupa alat dapur, alat tidur, alat penerangan, alat pertanian, pertukangan hingga bantuan benih dan pupuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Lansia miskin di Kota Jogja yang kehilangan bantuan PKH berpeluang menerima bantuan ASLUM dari Pemkot Jogja sebesar Rp900.000.
KPK memastikan Febrie Adriansyah telah memakai rompi tahanan dan menerima kunjungan keluarga di Rutan Gedung Merah Putih KPK.
Istana memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
Driver ojol kini dapat mengajukan KUR hingga Rp500 juta. Simak syarat, dokumen, dan plafon pinjaman yang berlaku mulai Juli 2026.