Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Petugas menyuntik vaksin antraks terhadap hewan ternak di Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. – Antara/ist/Dokumen Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo
Harianjogja.com, JOGJA—Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meluas. Per 12 Januari lalu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY telah mencatat sebanyak 1.915 kasus PMK. Angka ini menunjukkan kebutuhan akan vaksin PMK sangat mendesak.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, mengungkapkan bahwa ketersediaan vaksin PMK di DIY masih sangat terbatas. "Kami telah mengajukan permohonan 100.000 dosis vaksin ke Kementerian Pertanian, tapi jumlah ini masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasi ternak di DIY," ujar Syam, Rabu (15/1/2025).
BACA JUGA : PMK di Kulonprogo Terkendali, Dosis Vaksin Ditambah
DIY memiliki populasi ternak yang cukup besar, terutama sapi potong dan kambing. Gunungkidul menjadi kabupaten dengan populasi sapi potong terbesar, diikuti oleh Bantul, Kulon Progo, dan Sleman. Sementara itu, populasi kambing terbanyak berada di Gunungkidul.
"Dengan jumlah populasi ternak yang cukup besar, maka kebutuhan vaksin juga semakin meningkat. Kami akan terus berupaya mencari alternatif pembiayaan lain, termasuk melalui CSR, untuk memenuhi kebutuhan vaksin ini," tambah Syam.
Meskipun menghadapi kendala ketersediaan vaksin, DPKP DIY terus berupaya melakukan penanganan terhadap wabah PMK. Selain vaksinasi, berbagai upaya preventif lainnya juga dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas.
"Kami berharap dengan upaya yang terus dilakukan, wabah PMK di DIY dapat segera teratasi dan tidak berdampak terlalu besar pada perekonomian peternak," kata Syam.
Wabah PMK yang terus meluas di DIY menjadi ancaman serius terhadap ketahanan pangan daerah. Pasalnya, PMK dapat menyebabkan penurunan produksi susu dan daging, serta kematian pada ternak. Hal ini tentu akan berdampak pada pendapatan peternak dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
BACA JUGA : Jual Beli Sapi di Bantul Sempat Dihentikan Sejenak Gara-Gara PMK
"Untuk mengatasi wabah PMK ini, diperlukan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Dengan bekerja sama, diharapkan wabah PMK dapat segera diatasi dan peternak dapat kembali berproduksi secara optimal," pungkasnya.
Data terakhir jumlah kasus PMK di DIY mencapai 1.915 kasus dengan rincian 1.733 kasus aktif, 14 kasus sembuh, 121 kasus mati, dan 47 kasus potong paksa. Sebagian besar kasus PMK terjadi pada sapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.