Bantul Bangun 20 Kolam Ikan per Kalurahan, Produksi Ditarget Naik
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Foto ilustrasi jalan tol - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi B DPRD DIY melakukan monitoring dampak keberadaan exit tol Jogja-Bawen terhadap perekonomian masyarakat di kawasan Margokaton, Seyegan, Kabupaten Sleman. Dalam kunjungan belum lama ini Komisi B DPRD DIY menyatakan pentingnya kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pembangunan.
“Kami sebagai wakil rakyat akan mengupayakan masyarakat yang sejahtera. Diharapkan dalam setiap pembangunan dan kegiatan dapat memberikan aspek positif bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari sebagaimana dikutip Rabu (29/1/2025).
Dalam kegiatan monitoring di exit toll Jogja-Bawen tersebut, Komisi B menerima berbagai aspirasi dari masyarakat, termasuk permasalahan pertanian, irigasi, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dewan mengimbau agar Pemda DIY untuk segera menyusun kajian khusus terkait penataan kawasan di sekitar exit tol itu.
BACA JUGA : Jalur Fungsional Akses Keluar Tol Bawen Dibuka Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Menurut Andriana, kajian ini penting untuk memastikan bahwa warga lokal di sekitar exit toll Jogja-Bawen memiliki daya saing yang lebih luas serta mampu mengembangkan UMKM secara optimal.
“Segera saja dibuat kajian khusus, sehingga hasilnya nanti akan memberikan arahan yang tepat dalam penataan kawasan exit tol agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Andriana juga berharap agar anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat dapat digunakan secara tepat sasaran.
Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan, menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara desa di sekitar exit toll Jogja-Bawen serta pemangku kepentingan guna memastikan produk-produk lokal yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Komunikasi dan koordinasi antar desa dan pemangku kepentingan harus sinergis. Jangan sampai mengembangkan produk yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Kami akan memastikan bahwa produk-produk lokal layak dipasarkan,” jelas Wisnu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.