Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
DPRD Kota Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Imbas terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025, anggaran yang ada di daerah, termasuk di Kota Jogja terdampak.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, Sinarbiyat Nujanat mengatakan belum mengetahui secara pasti berapa besaran anggaran yang diefisiensi.
Namun, dia mengatakan memang ada pemangkasan pada beberapa pos, salah satunya berkaitan dengan pengadaan suvenir dan cenderamata. "Belum, kami juga masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat. Ada rakor Kementrian Dalam Negeri dengan kepala daerah seluruh Indonesia," ujar Sinar
Dia mengatakan meski anggaran bakal diefisiensi, ada sejumlah program yang akan menjadi skala prioritas. Salah satunya berkaitan dengan penuntasan problem sampah.
Sinar menyebut penyelesaian persoalan sampah di Kota Jogja belum menunjukkan progres yang signifikan. Tumpukan sampah masih banyak terlihat di sudut-sudut Kota Jogja. "Belum ada tanda-tanda perubahan yang signifikan yang bisa dirasakan masyarakat. Saya kira dievaluasi mana-mana yang perlu dilakukan Pemkot Jogja," tuturnya.
Untuk itu, menurut Sinar penanganan persoalan sampah masih memerlukan dukungan anggaran lewat APBD Kota Jogja 2025. Dengan demikian, persoalan sampah di Kota Jogja bisa segera dituntaskan. "Support anggaran, harapannya dengan anggaran itu persoalan sampah itu bisa selesai semua," ujar dia.
Di sisi lain, sektor kesehatan juga menjadi program yang nantinya diprioritaskan seusai adanya efisiensi anggaran. Meski anggaran diefisienkan, Sinar berharap sektor kesehatan tetap mendapatkan porsi anggaran yang cukup. "Berkaitan kesehatan, dengan efisiensi anggaran harapannya bidang kesehatan bisa mendapatkan porsi dan saya kira kemudian harus menjadi skala prioritas kepada masyarakat," kata mantan anggota DPRD DIY itu.
Sementara, Penjabat Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto mengatakan efisiensi anggaran merupakan guidance dari pemerintah yang penggunaannya harus efektif dan bijaksana. Menurutnya, gelaran musrenbang di masing-masing wilayah bisa dimaksimalkan untuk pencermatan anggaran. "Kami rasa lapis-lapis ini dalam rangka mencari belanja daerah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam konteks efisien tanpa meninggalkan hasilnya. Marwahnya begitu, efisien iya, tapi pelayanan jangan sampai terganggu," ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Terpilih, Hasto Wardoyo mengatakan penanganan persoalan sampah menjadi program kerja yang akan diselaraskan dengan eksisting program Pemkot Jogja.
Selain itu, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi prioritas bagi Hasto. "Terkait dengan itu, masalah pendidikan, pengentasan pengangguran itu menjadi penting karena memang betul-betul kami di Kota Jogja hanya punya SDM, sementara sumber daya alamnya terbatas.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.