Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Hasto Wardoyo meninjau rumah yang akan dibedah, di Wirogunan, mergangsan, Minggu (9/2/2025)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Walikota Jogja terpilih, Hasto Wardoyo, kembali menggelar bedah rumah dan bersih lingkungan di Kelurahan Wirogunan, Wirogunan, Kota Jogja Minggu (9/2/2025). Kegiatan yang bekerja sama dengan swasta ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Bedah rumah kali ini menyasar rumah tidak layak huni (RTLH) milik Lasmi, Wanita lanjut usia warga RT 9/RW 3, Wirogunan. Bedah rumah ini bekerja sama dengan Corporate Social Responcibility (CSR) PT Sarana Insan Muda Selaras atau Life Media, senilai Rp20 juta.
BACA JUGA : Rumah Tak Layak Huni di Jogja Mencapai Ribuan, Jadi PR Wali Kota Baru
Hasto menjelaskan pentingnya bekerja sama dengan pihak swasta dalam program ini karena jika hanya mengandalkan pendanaan dari pemerintah, kadang akan menemui kesulitan dalam syarat administratif. “Saya kira banyak warga punya rumah tidak layak huni seperti punya Bu Sulasmi, tapi tidak bisa dibangun oleh negara,” katanya.
Sulasmi menempati RTLH yang berlokasi di atas selokan. Dengan kondisi yang buruk dan rusak di beberapa bagian, rumah tersebut perlu segera diperbaiki. Sayangnya, Sulasmi tidak memiliki sertifikat sebagaimana yang diperlukan untuk perbaikan RTLH oleh pemerintah.
“Karena kalau dimintai sertifikat tidak bisa. Manggone cuma di atas selokan. Tapi kalau tidak diperbaiki kasihan. Di situ bau karena di bawahnya selokan. Kalau selokan agak kering bau, kalau basah naik airnya,” ungkapnya.
Maka perbaikan RTLH ini juga sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Ketika rumah Sulasmi tidak diperbaiki, maka akan menimbulkan masalah kebersihan dan berdampak pada potensi penyakit yang bisa menyebar ke lingkungan sekitarnya.
“Jadi bagaimana Bu Lasmi bisa sehat. Bagaimana kita mau menyehatkan warga kalau banyak rumah yang tidak bisa dibangun negara. Makanya cara lain adalah gotong royong. Hari ini orang-orang yang punya kepedulian yang mau membantu, marilah bantu,” katanya.
BACA JUGA : Habiskan Anggaran Rp11,04 Miliar, Perbaikan RTLH Sleman Selesai Sesuai Target
Baginya pribadi, hal ini juga sekaligus sebagai bentuk syukuran atas terpilihnya Hasto sebagai Walikota Jogja. “Saya juga syukuran karena sudah dipilih oleh warga yang memberi kepercayaan. Cara kami syukuran ya seperti ini, tidak dengan makan-makan, tapi gotong royong,” ungkapnya.
Ia berkomitmen setelah pelantikan nanti, akan terus melanjutkan kegiatan ini. “Setiap sabtu-minggu harus jalan. Sekaligus penanganan sampah. Sampah harus diselesaikan. Saya harus memprioritaskan sampah, ini penting banget,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.