Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Kondisi tumpukan sampah di Depo Kotabaru yang bersebelahan dengan kios penjual bunga, Rabu (12/2/2025)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Tumpukan sampah di Depo Kotabaru kembali terjadi. Pantauan Harianjogja.com, sampah menumpuk hingga meluber ke badan jalan. Kondisi tumpukan sampah ini cukup menjadi ironi. Sebab, tepat di samping depo sampah itu terdapat beberapa toko yang menjual bunga.
Penjual bunga di Toko Bunga Gerai, Rizky mengaku tumpukan itu sudah terjadi sejak lama. Akan tetapi belakangan tampak lebih parah seusai libur panjang Isra’ Mikraj-Imlek beberapa waktu lalu.
Rizky mengatakan pengangkutan sejatinya kerap dilakukan oleh personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Hanya saja memang tidak setiap hari. Setiap pengangkutan pun biasanya hanya menggunakan satu armada sehingga menurutnya kurang maksimal. "Sempat dibersihkan, tetapi tidak penuh, cuma berapa truk. Tetap masih penuh karena banyak juga sampah dari luar," ujar Rizky saat ditemui, Rabu (12/2/2025).
BACA JUGA: Pemilik Lahan Penampungan Sampah Ilegal Jadi Tersangka, Hukuman Minimal 4 Tahun
Rizky menyebut sampah-sampah dari luar warga Kotabaru ini yang menjadikan depo cepat penuh meski rutin diangkut. Imbasnya, toko bunganya mengalami penurunan omzet. Pembeli pun berangsur berkurang lantaran kebanyakan merasa terganggu dengan aroma yang tidak sedap di sekitaran depo. Kondisi ini semakin parah saat hujan tiba. "Kalau tumpukan sampah di depo ini sudah lama, ada sebelum coblosan [Pilkada 2024]. Kalau pembeli sepi terasa sejak Hari Ibu. Padahal biasanya momentum Hari Ibu selalu ramai," kata dia.
Dia berharap momentum Valentine yang jatuh pada 14 Februari bisa kembali mendatangkan banyak pembeli. Dengan demikian, omzet penjualan tokp bunganya juga bisa meningkat. Rizky juga berharap, Wali Kota Jogja terpilih nantinya bisa segera menyelesaikan masalah sampah. "Iya harapannya masalah sampah bisa terselesaikan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.