Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Hasto Wardoyo - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Penuntasan problem sampah akan menjadi program strategis Wali Kota Jogja terpilih Hasto Wardoyo seusai dilantik pada 20 Februari 2025. Nantinya, Hasto akan menggerakkan transporter atau penggerobak untuk membawa sampah milik masyarakat dan disalurkan ke depo. Dengan demikian, masyarakat tak perlu lagi membawa sampah secara mandiri ke depo-depo sampah.
Hasto mengatakan, pemilahan sampah di tingkat depo merupakan pekerjaan yang berat. Sebab, petugas di depo harus memilah sampah dalam volume yang besar setiap harinya.
Upaya ini jelas tak efektif. Untuk itu, meski upaya-upaya penuntasan masalah sampah terus dia inisiasi, tetapi Hasto mendorong masyarakat untuk tetap meningkatkan kepedulian dalam pengelolaan sampah. Masyarakat diharapkan menyadari upaya memilah sampah menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
"Saya akan persuasif dan bertahap bagaimana masyarakat dapat memilah sampah," ujar Hasto saat dikonfirmasi, Jumat (14/2/2025).
Hasto menyebut, pengelolaan sampah akan jauh lebih mudah jika masyarakat tertib melakukan pemilahan. Nantinya, transporter sampah akan bertugas sesuai jadwal hari. Misalnya, pada hari-hari tertentu hanya sampah organik saja atau anorganik saja yang akan diangkut ke depo.
BACA JUGA: KUR BRI, Ini Syarat dan Daftar Plafon Cicilan dari Pinjaman Rp1 Juta hingga Rp500 Juta
"Saya rencana kalau masyarakat sudah bisa memilah, transporter itu bisa saya agendakan. Misalkan hari Senin jenis apa sampahnya, Selasa jenis apa yang diambil," katanya.
Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk tertib dalam memikirkan sampah. Kepedulian terhadap sampah juga diharapkan bisa meningkat di tengah masyarakat. Hasto menyoroti masih banyak masyarakat yang abai dalam membuang sampah.
Misalnya, sampah yang kemudian dibuang di lantai ataupun dibuang di tempat sembarangan begitu saja. Ini menunjukkan masyarakat yang tak peduli dengan sampah yang sudah diproduksi sendiri.
Hasto juga mengimbau masyarakat untuk tak membuang sampah secara mandiri di depo-depo sampah. Sebab, ini akan berpotensi memunculkan tumpukan sampah di tepian jalan.
"Kadang, makan jeruk dibuang di jalan. Makan permen, bungkusnya dibuang di jalan. Kaya gitu kan karena tidak ada kepedulian sama sekali. Itu penting sekali, saya berharap masyarakat tidak membuang sampah (langsung) di depo sehingga nanti banyak yang ditaruh di pinggir jalan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.