TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Petugas saat mengirimkan bansos makan gratis untuk kelompok disabilitas di Gunungkidul. Foto diambil Jumat (14/2/2025)./Istimewa-Dinas Sosial P3A Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul telah memulai program bantuan sosial (Bansos) makanan gratis bagi lansia, anak terlantar hingga warga miskin. Total penerima bantuan mencapai 1.227 orang dan diberikan selama sebulan.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, bansos makanan yang dilaksanakan melalui APBD Gunungkidul sudah terlaksana sejak Jumat (14/2/2025).
Program ini akan berlangsung selama sebulan dengan memberikan makanan kepada warga penerima sasaran. “Makanan dikirim sekali dalam sehari, tetapi untuk makan dua kali,” kata Nurudin, Minggu (16/2/2025).
Dia menjelaskan, total ada warga dalam kategori miskin atau terlantar sebanyak 1.227 orang yang mendapatkan bantuan. Jumlah ini terdiri dari lanjut usia sebanyak 518 orang; disabilitas ada 627 orang dan anak terlantar sebanyak 82 orang. “Yang memasak dilakukan oleh kelompok masyarakat di setiap kapanewon satu kelompok. Setelah selesai, makannya akan dikirimkan oleh petugas kirim ke penerimaa sasaran,” kata dia.
Dia menjelaskan, untuk program ini pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.104.300.000. Adapun menu yang disajikan terdiri dari nasi, buah, sayur, lauk hingga air mineral. “Sudah berjalan dan setiap hari ada pengiriman makanan gratis ke penerima manfaat,” kata Nurudin.
Ditambahkan dia, untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan telah menyiapkan tim yang siaga selama 24 jam. Tim ini dipersipakan guna penanganan saat terjadi kasus yang butuh penanganan secara cepat.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar, tapi upaya antisipasi tetap harus dilakukan,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial P3A Gunungkidul terkait dengan mekanisme pendistribusian bansos makanan yang dilaksanakan pemkab. Terlebih lagi, sambung dia, ada informasi bahwa penyaluran hanya sekali, namun ada dua paket untuk makan dua kali dalam sehari.
“Jangan sampai makanannya jadi basi. Harusnya, kalau dua paket, waktu pengiriman dipaskan dengan jam makan,” katanya.
Sesuai dengan ketugasan yang dimiliki, Heri memastikan akan mengawasi pelaksanaan program tersebut. Hal ini dikarenakan program harus benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah. “Tujuannya baik untuk menambah gizi bagi warga yang masuk kategori terlantar atau miskin. Tetapi, juga harus diperhatikan dari aspek keamanan pangannya agar tidak ada kasus seperti keracunan dan lainnya,” kata politkus Nasdem ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.