Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Serangan monyet ekor panjang di Mangunan, Dlingo, Bantul, belum tertangani. Serangan monyet ekor panjang tersebut menyebabkan lahan pertanian warga rusak beberapa waktu lalu.
Lurah Mangunan, Aris Purwanto menuturkan serangan monyet ekor panjang masih terjadi. Pada Januari 2025, sekitar 11 hektar lahan pertanian jagung dirusak monyet tersebut. Lahan pertanian tersebut telah ditanami jagung yang seharusnya dapat panen sekitar seminggu kemudian. Namun, akibat serangan tersebut, jagung tersebut gagal panen.
“Jadi mau panen, sudah habis. Panen tinggal dua minggu, tetapi sudah enggak bisa,” ujarnya Selasa (4/2/2025).
Dia mengaku lahan pertanian tersebut milik puluhan petani yang ada di enam padukuhan.
Dia menduga jumlah monyet ekor panjang terus mengalami peningkatan. Saat ini, jumlah monyet ekor panjang telah mencapai ratusan ekor.
Aris mengaku telah menyampaikan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terkait hal tersebut. Namun, menurut Aris belum ada tindakan dari instansi tersebut untuk menangani gangguan monyet ekor panjang tersebut.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Kembalikan Sisa Dana Pengawasan Pilkada ke Pemkab Rp2 Miliar
Selama ini menurut Aris, pihaknya mengalokasikan anggaran dari Dana Desa dan bantuan dari DKPP Bantul sekitar Rp20 juta untuk memasang jaring-jaring di sekitar lokasi yang biasa terdampak monyet ekor panjang. Namun, menurutnya lantaran jumlah monyet ekor panjang mencapai ratusan ekor, maka masih ada titik yang dapat dijangkau oleh monyet tersebut.
“Harapannya segera ada solusi terkait kera ekor panjang. Kalau tidak ada solusi otomatis semakin merugikan petani di Mangunan, Dlingo,” ujarnya.
Dia mengaku untuk menghindari serangan monyet ekor panjang, petani di sana memilih mengganti tanaman pangan dari jagung menjadi cabai. Menurutnya, tanaman cabai tidak menarik perhatian monyet ekor panjang. Karena itu serangan terhadap monyet tersebut saat ini jarang terjadi.
Sementara Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengaku penanganan keberadaan monyet ekor panjang disana menjadi kewenanganan BKSDA DIY.
"Penanganan di BKSDA," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.