Penambang Tewas Tertimpa Batu di Semin Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 05 Maret 2025 15:07 WIB
Penambang Tewas Tertimpa Batu di Semin Gunungkidul

Jajaran Polsek Semin melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian yang menewaskan seorang penambang di Padukuhan Lemahbang, Candirejo, Semin. Rabu (5/3/2025)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas penambangan di Padukuhan Lemahbang, Candirejo, Semin memakan korban. Seorang penambang Wiyanto,43, tewas tertimpa batu dilokasi kejadian, Rabu (5/3/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Semin, AKP Arif Heriyanto mengatakan, peristiwa nahas ini bermula saat korban yang merupakan warga di Padukuhan Lemahbang melakukan aktivitas penambangan di lokasi kejadian. Wiyanto berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB ke lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Aktivitas berjalan seperti biasa, namun pada sekitar pukul 09.00 terjadi longsoran batu. Saat itu, korban sedang menggali tanah dibawahnya hingga tertimpa batu ukuran besar mengenai bagian kepala.

“Korban sedang menggali tanah sedalam satu meter, tiba-tiba ada longsoran hingga mengenai korban,” kata Arif kepada wartawan, Rabu siang.

Menurut dia, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala dan dada. Setelah mendapatkan laporan, jajarannya langsung mendatangi lokasi guna proses pemeriksaan.

“Korban sudah bisa dievakuasi menggunakan derek pengangkut batu. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” katanya.

BACA JUGA: Kakao Gunungkidul Didaftarkan Sebagai Indikasi Geografis ke Kemenkum

Dukuh Lemahbang, Giyanto saat dikonfirmasi tidak menampik adanya aktivitas penambangan manual di wilayahnya. Lokasi kejadian yang ditambang merupakan tanam milik korban sendiri.

“Tanah ditambang untuk keperluan pribadi dan Sebagian untuk dijual,” katanya.

Menurut dia, aktivitas penambangan yang dilakukan tidak sendirian. Pasalnya, ada warga lain termasuk mertua korban juga berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Mertunya ikut dalam proses evakuasi untuk menolong korban. Namun dikarenakan batu yang menimpa korban besar, maka nyawanya tidak dapat ditolong,” katanya.

Giyanto menambahkan, untuk korban sudah dibawa ke rumahnya, yang juga berada di Padukuhan Lemahbang. “Begitu evakuasi selesai langsung dibawa pulang untuk diserahkan ke keluargan dan dikebumikan,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online