TPR Baron Gunungkidul Terapkan Pembayaran Cashless 12 Mei
TPR Baron Gunungkidul mulai terapkan pembayaran cashless 12 Mei 2026 untuk tekan kebocoran retribusi wisata.
Petugas kesehatan sedang melayani warga yang memeriksakan diri di UPT Puskesmas Ponjong I, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (10/9/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul telah melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), yang telah dijalankan sejak 10 Februari 2025. Sayangnya program ini belum berjalan optimal.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan, pelaksanaan PKG sudah berjalan lebih dari satu bulan. Sebanyak 812 orang mendaftar dalam pemeriksaan gratis pada Februari-Maret 2025. Dari jumlah tersebut, hanya 726 orang atau 89,41 persen yang hadir. "Memang belum semua mengakses layanan tersebut," kata Ismono, Rabu (12/3/2025).
BACA JUGA: Semua Puskesmas di Gunungkidul Hari Ini Mulai Lakukan PKG
Ismono juga tidak menampik pelaksanaan masih ada sejumlah kendala di lapangan. Total ada 30 puskesmas di Gunungkidul dan seluruhnya telah menjalankan program PKG. Namun ada sejumlah kendala masih dihadapi. Salah satunya adalah kondisi aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) yang sulit diakses, masih ada Puskesmas belum memiliki ruang pemeriksaan khusus, SDM terbatas. Di sisi lain masih banyak masyarakat belum mengaktifkan SSM PKG, hingga sosialisasi belum optimal.
“Berbagai catatan ini menjadi catatan untuk perbaikan layanan,” katanya.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Paliyan Lukito mengatakan, animo masyarakat untuk mendaftar pemeriksaan gratis di tempatnya masih belum banyak. Setiap harinya hanya ada rata-rata lima sampai sepuluh pasien yang melakukan pemeriksaan.
Diharapkan layanan ini bisa menjangkau paling tidak 5% dari total penduduk. Saat ini di Kapanewon Paliyan ada sekitar 33.000 jiwa.
“Jadi 5% itu ada 1.650 orang, maka paling sedikitnya 12 pasien per hari agar targetnya bisa terpenuhi. Tapi, ini belum bisa direalisasikan,” katanya.
Lukito mengatakan, target belum tercapai, salah satunya dikarenakan animo masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan masih kurang. Hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang berulang tahun tidak mendaftar.
“Faktor lain karena masuki panen raya sehingga Masyarakat lebih memilih panen ketimbang periksa. Di sisi lain, Bulan Puasa juga ikut memberikan pengaruh,” katanya.
Untuk mendongkrak minat masyarakat, pihaknya pun menggandeng pihak kapanewon dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan PKG ke masyarakat sekitar. “Harapannya Masyarakat bisa mengakses pelayanan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul mulai terapkan pembayaran cashless 12 Mei 2026 untuk tekan kebocoran retribusi wisata.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.