Event GNS 2026 Kembali Digelar di Gunungkidul, Ini Jadwal dan Artisnya
Geopark Night Specta 2026 di Gunungkidul bakal digelar 10-11 Juli. Lavora dipastikan tampil, sementara Ari Lasso masih dalam tahap koordinasi.
Petugas kesehatan sedang melayani warga yang memeriksakan diri di UPT Puskesmas Ponjong I, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (10/9/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul telah melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), yang telah dijalankan sejak 10 Februari 2025. Sayangnya program ini belum berjalan optimal.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan, pelaksanaan PKG sudah berjalan lebih dari satu bulan. Sebanyak 812 orang mendaftar dalam pemeriksaan gratis pada Februari-Maret 2025. Dari jumlah tersebut, hanya 726 orang atau 89,41 persen yang hadir. "Memang belum semua mengakses layanan tersebut," kata Ismono, Rabu (12/3/2025).
BACA JUGA: Semua Puskesmas di Gunungkidul Hari Ini Mulai Lakukan PKG
Ismono juga tidak menampik pelaksanaan masih ada sejumlah kendala di lapangan. Total ada 30 puskesmas di Gunungkidul dan seluruhnya telah menjalankan program PKG. Namun ada sejumlah kendala masih dihadapi. Salah satunya adalah kondisi aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) yang sulit diakses, masih ada Puskesmas belum memiliki ruang pemeriksaan khusus, SDM terbatas. Di sisi lain masih banyak masyarakat belum mengaktifkan SSM PKG, hingga sosialisasi belum optimal.
“Berbagai catatan ini menjadi catatan untuk perbaikan layanan,” katanya.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Paliyan Lukito mengatakan, animo masyarakat untuk mendaftar pemeriksaan gratis di tempatnya masih belum banyak. Setiap harinya hanya ada rata-rata lima sampai sepuluh pasien yang melakukan pemeriksaan.
Diharapkan layanan ini bisa menjangkau paling tidak 5% dari total penduduk. Saat ini di Kapanewon Paliyan ada sekitar 33.000 jiwa.
“Jadi 5% itu ada 1.650 orang, maka paling sedikitnya 12 pasien per hari agar targetnya bisa terpenuhi. Tapi, ini belum bisa direalisasikan,” katanya.
Lukito mengatakan, target belum tercapai, salah satunya dikarenakan animo masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan masih kurang. Hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang berulang tahun tidak mendaftar.
“Faktor lain karena masuki panen raya sehingga Masyarakat lebih memilih panen ketimbang periksa. Di sisi lain, Bulan Puasa juga ikut memberikan pengaruh,” katanya.
Untuk mendongkrak minat masyarakat, pihaknya pun menggandeng pihak kapanewon dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan PKG ke masyarakat sekitar. “Harapannya Masyarakat bisa mengakses pelayanan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 2026 di Gunungkidul bakal digelar 10-11 Juli. Lavora dipastikan tampil, sementara Ari Lasso masih dalam tahap koordinasi.
Humas Pemda DIY mendominasi penerimaan Government Social Media (GSM) Award 2026 dengan menyapu bersih seluruh kategori penghargaan tingkat pemerintah provinsi.
Baznas Kulonprogo telah membedah 30 RTLH hingga Juni 2026 dan menargetkan 60 rumah layak huni hingga akhir tahun.
Timnas Indonesia unggul 1-0 atas Mozambik di babak pertama laga FIFA lewat gol Ole Romeny setelah dominasi sejak awal laga.
Chatib Basri membantah ditawari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo, tegaskan pertemuan hanya bahas ekonomi.
Pembayaran pajak Sleman kini bisa dilakukan secara digital melalui BYOND by BSI, lebih cepat, praktis, dan transparan.