Bukan Belalang, Tawon Jadi Ikon Gunungkidul dan Inspirasi Batik Baru
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
Seorang pengendara motor melintas di depan bangunan yang rencananya dijadikan rumah sakit di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. Foto diambil 27 Februari 2025./ Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp4,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung calon rumah sakit Ngoro-oro di Kalurahan Patuk. Adapun tahapan masih persiapan dan ditargetkan mulai dibangun di awal Juni 2025.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkhalis mengatakan, pembangunan calon rumah sakit di Kalurahan Ngoro-oro sempat tertunda beberapa tahun karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab. Namun, untuk tahun ini akan dilanjutkan pembangunan.
“Sempat mandek pembangunannya, tapi akan dilanjutkan tahun ini,” kata Ashari saat dihubungi, Kamis (13/3/2025).
Dia menjelaskan, rencana pembangunan melanjutkan pengerjaan gedung lama yang sudah terbangun. Sesuai dengan detail engineering design (DED) yang disusun, bangunan ini akan terdiri dari dua lantai.
“Sekarang yang terbangun baru lantai satu dan akan kita lanjutkan pembangunan sesuai dengan perencanaan, tapi dengan ada penyesuaian ruangan,” katanya.
BACA JUGA: JJLS Gunungkidul Gelap, Butuh Minimal 4.000 Unit Lampu Penerangan
Total anggaran untuk pembangunan yang disediakan pemkab sebesar Rp4,3 miliar. Adapun tahapannya, hingga saat ini masih dalam persiapan Lelang.
“Kami targetkan awal Juni sudah bisa berkontrak dan mulai dikerjakan. Jadi, ada waktu pengerjaan hingga pengerjaan bisa dirampungkan,” katanya.
Ashari menambahkan, pihaknya hanya melaksanakan tugas untuk pembangunan. Pasalnya, gedung dipergunakan oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul.
Rencana awal, sambung dia, diproyeksikan menjadi rumah sakit. Namun, atas permintaan dari Dinas Kesehatan diminta menyelesaikan pembangunan untuk kemudian digunakan untuk pelayanan Puskesmas Patuk 2.
“Kalau pemanfaatan, ranahnya di dinas kesehatan. Sedangkan, kami hanya bertugas untuk membangunnya saja,” kata Ashari.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono membenarkan adanya rencana lanjutan pembangunan gedung calon rumah sakit di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. Meski demikian, ada perubahan rencana karena belum dibangun rumah sakit, tapi untuk melengkapi fasilitas pelayanan di Puskesmas Patuk 2.
“Sementara tetap Puskesmas Patuk 2 karena untuk jadi rumah sakit butuh sarana prasarana dan sumber daya manusia yang banyak. Jadi, setelah jadi nanti melengkapi layanan di puskesmas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
Vivo V70 Lite resmi meluncur dengan baterai 6500mAh, layar AMOLED 120Hz, dan harga mulai Rp5 jutaan.
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok senjata KKB di Sarmi, Papua. Total 12 tersangka dan ratusan amunisi disita.
Rupiah berisiko tembus Rp19.000 per dolar AS akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed.
Harian Jogja rayakan HUT ke-18 dengan bakti sosial di Panti Al Wahhaab Sleman, perkuat kepedulian dan pemberdayaan santri.