Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Material longsor menutup seluruh badan jalan di Jalur Tanjakan Clongop, Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul, Senin (17/3/2025). - dok/Harianjogja.com
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengimbau masyarakat yang melintas di Jalur Clongop di Kalurahan Hargomulyo, Gendangsari, Gunungkidul untuk berhati-hati. Pasalnya, di jalur yang menghubungkan dengan Klaten, Jawa Tengah ini masih rawan longsor.
Lokasi rawan bukan hanya satu titik di jalan baru yang belum selesai dibangun di akhir 2024. Namun, di jalur lama juga ada kerawanan sama karena terdapat empat titik longsor.
Dua titik longsor bersamaan dengan longsoran bukit Clongop yang terjadi pada Senin (17/5/2025). Adapun dua titik lainnya merupakan talut ambrol yang terjadi di 2024 lalu.
Salah seorang warga di Kalurahan Hargomulyo, Suroto mengatakan longsor terbesar terjadi Senin petang di perbukitan di jalan baru Clongop.
Akibat peristiwa ini, akses menuju Klaten sempat tertutup karena material longsoran. “Kalau sekarang sudah dibersihkan sehingga jalan sudah bisa dilalui,” kata Suroto, Selasa (18/3/2025) siang.
Menurut dia, di Jalur Clongop tidak hanya ada satu longsoran. Pasalnya, di jalur lama atau tepatnya 300 meter ke selatan dari jalan baru juga ada dua titik longsoran dari bukit di samping jalan.
“Memang hujannya deras sehingga ada tiga lokasi longsor baru. Sebelumnya, sudah ada dua lokasi talut yang ambrol di 2024 lalu sehingga membuat jalan di sekitar lokasi ambles,” katanya.
Suroto berharap berbagai kerusakan ini bisa diperbaiki agar akses masyarakat tidak terganggu. “Harapannya segera diperbaiki karena untuk kenyamanan aktivitas masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2025: Kulonprogo Antisipasi Pasar Tumpah
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, sudah meninjau lokasi longsor di Jalur Clongop. Menurut dia, di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan karena intensitas hujan yang tinggi.
Ia mencontohkan, longsoran tebing di jalan baru masih ada retakan dengan panjang 40 meter dan kedalaman empat meter.
Adapun ketinggian tebing mencapai 15 meter sehingga masih sangat berbahaya, khususnya saat hujan turun. “Potensi longsor susulan masih ada, karena memang masih ada retakan di atas tebing,” katanya.
Guna penanganan dan keselamatan sudah ada koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral. Hal ini dikarenakan status jalan merupakan milik Pemda DIY. “Koordinasi dilakukan untuk upaya penaganan sehingga akses dapat kembali normal sebelum ada longsoran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.