PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Petugas menjajal mesin pengolah sampah di TPST Tamanmartani, Sleman. - ist/DPRD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah di Bumi Sembada. Setelah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto, Pemkab berniat mendatangkan insenerator.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Dwi Anta Sudibya, mengatakan rencana pengadaan insenerator yang digagas Bupati Sleman, Harda Kiswaya bukan sekadar wacana. Bappeda saat ini sedang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam mengadakan mesin tersebut.
“Salah satu kebijakan Pak Bupati adalah tuntas sampah. Kami sudah menindaklanjuti. Sekarang kami baru berdiskusi dengan swasta. Kami baru merancang detail pengadaan dan pengelolaan-pengolahan sampahnya,” kata Sudibya ditemui di kantornya, Senin (25/3/2025).
Sudibya menegaskan pihak swasta yang akan menjadi mitra Pemkab Sleman ini memiliki latar belakang pengelolaan-pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Penanganan limbah B3 tidak boleh dilakukan secara serampangan atau sekadar ditimbun, perlu insenerator yang dapat membakar limbah tersebut hingga tak bersisa.
“Cara kerja insenerator untuk limbah B3 kan sama dengan limbah rumah tangga. Perbedaannya hanya pada suhu saja. Kalau untuk limbah B3 suhunya lebih tinggi,” katanya.
BACA JUGA: Aksi Demo Tenaga Kesehatan RSUP Dr Sardjito Disebabkan Faktor Ini
Saat ini, Bappeda Sleman sedang melakukan pemetaan lahan calon lokasi untuk penampatan insenerator. Setelah itu, Bappeda bersama pihak swasta akan menggelar feasibility study (FS) atau studi kelayakan. FS adalah analisis dan evaluasi dari proyek yang direncanakan untuk menentukan apakah proyek tersebut layak secara teknis, layak dari sisi perkiraan biaya dan menguntungkan, terutama dilakukan ketika terdapat jumlah besar modal dipertaruhkan.
Setelah FS tersusun, Bappeda bersama dinas teknis akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. Paling tidak, pembangunan dan pengadaan insenerator baru dilakukan akhir 2024.
Sebelumnya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan insinerator sangat penting dan dibutuhkan untuk membakar sampah sisa pengolahan atau residu, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara tuntas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.