Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman sedang memotong pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025). - ist/ BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan 25 rumah di sejumlah kapanewon rusak pada Kamis (10/4/2025).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan ada empat kapanewon/ kecamatan terdampak, seperti Ngaglik, Minggir, Tempel, dan Seyegan. Kapanewon Minggir, Sleman menjadi wilayah dengan rumah paling banyak terdampak.
Rincian kejadian tersebut, yaitu Kapanewon Ngaglik ada enam kejadian dengan lima di antaranya pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah. Satu kejadian berupa atap rumah/ genteng yang beterbangan.
Di Kapanewon Minggir ada 17 kejadian yang berupa pohon tumbang, tiang listrik roboh, dan genteng beterbangan. Tiang listrik yang roboh tersebut ada di Kalurahan Sendangrejo. Lalu, di Kapanewon Tempel dan Seyegan hanya ada masing-masing satu kejadian dengan pohon dan ranting tumbang.
Setelah menerima laporan tersebut, BPBD Sleman kemudian melakukan asesmen dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, dan mendistribusikan bantuan darurat.
“Data kami himpun per pukul 15.30 WIB. Kalau kejadiannya pukul 13.20 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa untuk kejadian ini,” kata Bambang dihubungi, Kamis (10/4/2025).
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjadi di DIY 4 Hari ke Depan, Bantul Siaga Banjir dan Longsor
Ketua Tim Kerja Penanganan Pengungsi dan Logistik Bencana BPBD Sleman, Dwi Harjanto, mengatakan BPBD bekerja sama dengan Kalurahan Siaga Bencana (KSB) akan memberikan logistik baik pangan maupun nonpangan.
Koordinasi tetap perlu dilakukan agar tidak ada pemberian dobel logistik kepada keluarga/ warga terdampak di empat kapanewon tersebut.
“Dari BPBD memang akan memberikan logistik pangan dan nonpangan. Kami akan melihat situasi kondisi lapangan juga, begitu pun kondisi warga terdampak. Kalau warga terdampak masih kategori nonmiskin, kami tidak akan memberikan logistik. Cukup penanganan dari Tim Reaksi Cepat saja,” kata Dwi.
Dwi mengaku ketersediaan logistik di Gudang BPBD Sleman menipis. Sebab itu, pemberian jenis logistik memang perlu dibedakan mengacu pada status perekonomian warga.
“KSB milik Dinsos itu juga punya stok logsitik pangan dan nonpangan. Mereka bisa mem-backup. Stok kami menipis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Sebanyak 20 pemain muda Ethiopia dilaporkan menghilang usai mengikuti Gothia Cup 2026 di Swedia. Polisi menyebut mereka diduga pergi atas kemauan sendiri tanpa
China resmi larang warganya berpacaran dengan AI di tengah krisis populasi. Pengguna chatbot patah hati setelah fitur AI pendamping dinonaktifkan
Beban pegawai dalam APBN 2025 mencapai Rp512,60 triliun, naik 7,58% dibandingkan 2024. Polri, Kemenhan, dan Kemenag menjadi instansi dengan beban pegawai terbes
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!