Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (27/6/2024) Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, berpesan kepada jajaran Pemda DIY dan Pemkot Jogja agar tidak menelantarkan rakyat Jogja. Hal ini terkait dengan penataan kawasan Abu Bakar Ali (ABA) setelah fungsinya sebagai Tempat Parkir Khusus (TKP) diganti Ruang Terbuka Hijau.
Sri Sultan HB X menjelaskan dalam melaksanakan kebijakan, aparatur harus mengedepankan rasa empati. “Rasa empati pada masyarakatnya sendiri itu harus ada dengan tulus dan ikhlas. Seperti problem yang terjadi untuk tempat parkir misalnya,” ujarnya, Senin (14/4/2025) malam.
BACA JUGA: Hasto Menghadap Sultan, Bahas soal Relokasi Parkir ABA hingga Kebersihan Malioboro
Ia berharap bagaimana penataan ABA bisa diselesaikan dengan baik, namun tanpa menelantarkan warga yang bekerja di TKP ABA. “Pesan saya hanya satu, jangan rakyat Jogja itu diterlantarkan. Ya, itu saja. Cari alternatif-alternatif pilihan untuk tempat parkir,” katanya.
Beberapa alternatif yang bisa menjadi tempat sementara juru parkir bisa bekerja di antaranya Mandala Krida atau GOR Amongrogo dan Terminal Giwangan. “Ya dianggarkan secepatnya. Dipindah hanya sementara, di terminal maupun di Mandala Krida. Tapi bukan untuk tempat permanen,” ungkapnya.
Masyarakat khususnya yang bekerja di kawasan tersebut jangan sampai menjadi korban atas kebijakan pemerintah. Selama ini, kebijakan penataan terutama terkait parkir seringkali menimbulkan keributan karena tidak ada empati dari pengambil kebijakan
Menurutnya, untuk memecahkan permasalahan tersebut sebenarnya sederhana, yakni dengnan mengedepankan empati. “Bagaimana rasa empati pada masyarakatnya sendiri itu harus. Harus dengan tulus dan Ikhlas,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.