Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Pelaksanaan ASPD di Kota Jogja, beberapa waktu lalu - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan ada tambahan peserta Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) di tingkat SD. Hal ini tak lepas adanya peserta kejar paket A yang akan ikut ujian pengganti Ujian Nasional (UN) ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanta mengatakan, persiapan pelaksanaan ASPD terus dilakukan. Rencananya, tes untuk jenjang SD berlangsung 19-21 Mei 2025.
BACA JUGA: Persiapan ASPD SD di Kulonprogo, Sekolah Diminta Antisipasi Pemadaman Listrik
Adapun untuk jenjang SMP mulai dilaksanakan minggu depan pada 5-7 Mei 2025. Hingga saa sekarang, persiapan yang dilakukan dengan review peserta ASPD.
Selain itu, juga ada pembuatan soal oleh Pemerintah DIY, yang bersumber dari dinas Pendidikan di kabupaten-kota di DIY. “Ada juga review untuk aplikasi yang dipergunakan mengerjakan soal para siswa masih berlangsung sampai sekarang,” kata Agus, Selasa (29/4/2025).
Dia menjelaskan, untuk peserta ASPD, untuk tingkat SMP tidak ada perubahan. Tes pengganti UN ini akan diikuti sebanyak 8.061 siswa.
Adapun untuk tingkat SD dan sederajat, Agus mengakui ada tambahan. Pada awalnya, peserta tes sebanyak 9.063 siswa, tapi setelah dilaksanakan review menjadi 9.080 siswa.
“Ada tambahan 17 peserta,” katanya.
Menurut Agus, penambahan terjadi karena ada peserta Kejar Paket A yang mengikuti ASPD. Rencananya, pelaksanaan ujian di paket ini dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar tempat menimba ilmu kesetaraan Pendidikan tingkat SD ini.
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan, sudah mendapatkan jadwal untuk pelaksanaan ASPD tingkat SMP. Rencananya tes ini diselenggarakan 5-7 Mei 2025.
Ia mengakui telah melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar dan siswa memeroleh nilai terbaik. Hingga saat ini, masih menunggu jadwal try out yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Gunungkidul maupun Pemerintah DIY.
“Nanti ada try out untuk melatih siswa agar terbiasa menggerjakan soal-soal ASPD. Mata pelajaran yang diujikan terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,” katanya.
Menurut Suhartati, persiapan tidak hanya menunggu pelaksanaan try out. Pasalnya, juga ada persiapan di internal sekolah seperti siswa diajarkan tentang mata pelajaran yang diujikan dalam ASPD.
“Kami juga membuka Klinik ASPD agar siswa bisa bertanya kepada guru pengampu mata pelajaran yang diujikan. Jadi, kalau belum paham bisa bertanya melalui klinik tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak