Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustrasi. Pengunjung di Pantai Kuwaru Bantul. - ist/Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY terus mendorong pengembangan wisata di kawasan Pantai selatan. Namun dengan karakteristik lingkungan dan budaya yang dimiliki, pengembangan wisata ini perlu diharmonisasi dengan konservasi lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanandi, menjelaskan terkait dengan wacana pantai Bantul mau dibuat wisata malam sampai saat ini belum pihaknya belum ada rencana ke situ. “Namun demikian potensi untuk itu ada,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).
Tren kunjungan wisatawan ke pantai, termasuk di Bantul sekarang bergeser menjadi kunjungan pada waktu subuh atau pagi hari. “Sehingga apabila dikembangkan atraksi di malam hari dengan amenitas yang baik, maka kunjungan wisatawan dapat dimulai pada sore hari selepas maghrib diteruskan sampai dengan pagi harinya,” katanya.
Saat ini event reguler di malam hari di kawasan Pantai masih terbatas, sehingga perlu lebih dikembangkan jika ingin menghidupkan wisata malam di Pantai. “Diperlukan kreativitas event yang diselenggarakan secara rutin di malam hari untuk mendatangkan wisatawan,” katanya.
Sesuai dengan visi dan misi Bapak Gubernur 2022-2027 yaitu pemberdayaan kawasan Selatan, maka kawasan pantai selatan menjadi sangat strategis. Potensi pariwisata bahari DIY sangat besar, yang didukung dengan pembangunan sejumlah infrastruktur.
“Pembangunan infrastruktur semakin memudahkan aksesibilitas ke destinasi wisata bahari di DIY, antara lain JJLS dan Bandara YIA. Dengan adanya infrastruktur pendukung tersebut, muncul potensi adanya destinasi wisata bahari baru,” kata dia.
Namun demikian, beberapa tantangan yang masih perlu diantisipasi antara lain pertama, harmonisasi antara pengembangan pariwisata dengan konservasi lingkungan. “Seperti di sekitar gumuk pasir, harus ada harmonisasi,” ungkapnya.
Kedua, keamanan dan keselamatan wisatawan ketika melakukan aktivitas di pantai atau laut. Ketiga, potensi terjadi overtourism di beberapa destinasi. Keempat, kemudahan aksesibilitas juga di sisi lain dapat menyebabkan wisatawan hanya lewat dan tidak singgah di destinasi di DIY.
Sejumlah upaya yang dilakukan Pemda DIY ke depan adalah implementasi pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan, diversifikasi produk wisata, penerapan manajemen risiko dan penerapan manajemen kunjungan supaya tidak melebihi daya tampung.
Untuk pengembangan wisata Pantai selatan, Pemda DIY membuka peluang investasi dari sektor swasta. Investasi yang didorong yakni investasi yang berorientasi pada quality tourism dengan harmonisasi antara wisata dengan sektor lainnya.
“Dinas Pariwisata mendorong investasi sektor swasta untuk pengembangan wisata pantai, namun tentunya dengan sangat memperhatikan prinsip-prinsip quality tourism, yang mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)