Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi./Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul berencana membangun Tugu Adipura senilai Rp734 juta di kawasan Alun-Alun Wonosari. Hingga saat ini, proses masih dalam persiapan untuk mencari rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, Tugu Adipura dibangun sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Wonosari meraih Piala Adipura kategori Kota Kecil di 2024 lalu. Total anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp734 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul 2025.
BACA JUGA: Calon Investor di Kawasan Karst Gunungkidul Wajib Kantongi Dokumen Lingkungan
“Sudah ada pagunya karena Ibu Bupati setuju dengan pembangunan tugu monumental penanda meraih adipura. Hari ini, kami presentasikan ke Ibu [Bupati Gunungkidul] terkait dengan rencana pembangunan,” kata Hary, Senin (5/5/2025).
Dia menjelaskan, sesuai dengan rencana awal Tugu Adipura akan dibangun setinggi delapan meter. Adapun lokasinya berada di sisi barat Alun-Alun Wonosari.
“Anggarannya tidak hanya membangun tugu, juga untuk menata di kawasan sekitarnya biar lebih estetik dan indah,” kata mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Meski masih dalam tahap persiapan, Hary memastikan sudah memiliki rencana jelas terkait dengan konsep maupun waktu pengerjaannya. Ia menargetkan, pembangunan Tugu Adipura bisa selesai sembelum perayaan Hari Jadi Gunungkidul di 4 Oktober 2025 mendatang.
“Mudah-mudahan sebelum hari jadi sudah bisa selesai sehingga menjadi kado ulang tahun bagi Kabupaten Gunungkidul,” kata Hary.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung rencana pembangunan Tugu Adipura di kawasan Alun-Alun Wonosari. Adapun pelaksanaannya akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“Tugu Adipura akan dibangun di tahun ini,” katanya.
Selain pembangunan Tugu Adipura, juga ada rencana penataan kawasan Alun-Alun Wonosari. Sesuai dengan kebijakan ini, juga ada wacana penertiban pedagang kaki lima yang mangkal di alun-alun.
Meski demikian, Endah memastikan tidak hanya asal menertibkan. Pasalnya, ia berjanji akan menyediakan tempat pengganti untuk berjualan sehingga para PKL dapat berusaha dengan nyaman dan tetap memeroleh penghasilan.
“Makanya, kami tidak asal menertibkan karena ini menyangkut penghidupan para pedagang,” katanya.
Salah satu lokasi yang dipersiapkan adalah di kawasan Pasar Besole di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Ia berpendapat, lokasi ini sangat representative karena didukung adanya kioss-kios untuk berjualan. “Kami terus lakukan koordinasi untuk melakukan penertiban bagi para pedagang di alun-alun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.