Training Ground PSS Sleman Dinilai Bisa Dongkrak Kualitas Tim
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Ilustrasi sertifikat tanah - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus dugaan mafia tanah di wilayah DIY kian meresahkan. Kali ini Polda DIY kembali mendapatkan laporan dugaan kasus mafia tanah dengan pelapor BM warga asal Bantul.
Polda DIY menyatakan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk praktik mafia tanah dengan penegakan hukum yang profesional dan transparan.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menjelaskan laporan dugaan kasus penipuan atau penggelapan sertifikat milik pelapor ini dilaporkan BM pada Rabu (30/4/2025). Ihsan menerangkan laporan ini telah didalami oleh tim penyelidik Polda DIY.
BACA JUGA: Tips Terhindar dari Mafia Tanah di Jogja, Waspadai Modus Pecah Sertifikat
"Benar kami Polda DIY telah menerima laporan dari saudara BM pada tanggal 30 April 2025 terkait dugaan kasus penipuan atau penggelapan sertifikat milik pelapor di wilayah Kasihan Bantul dan saat ini laporan tersebut telah dilakukan pendalaman oleh penyelidik," kata hsan pada Senin (5/5/2025).
Ihsan menegaskan, Polda DIY berkomitmen menindak praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat. Penegakan hukum lanjut Ihsan akan dilakukan secara profesional dan transparan.
"Polda DIY berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat dan akan melakukan penegakan hukum secara profesional dan transparan," tandasnya.
Selain itu Ihsan juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengetahui praktik serupa untuk segera melaporkan ke Ditreksrimum Polda DIY.
BACA JUGA: Muncul Kasus Mafia Tanah di Bantul Setelah Mbah Tupon, BPN: Modus dan Pelaku Diduga Sama
Senada dengan Ihsan, Kasubbid Penmas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih menambahkan bila laporan tersebut saat ini telah dipelajari untuk nantinya segera ditindaklanjuti dengan langkah penyelidikan. "Saat ini untuk kasusnya sedang dalam kami pelajari untuk selanjutnya nanti kami melaksanakan penyelidikan," tegasnya.
Masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengetahui praktik serupa kata Verena dapat melapor ke kantor kepolisian terdekat ataupun langsung melaporkan informasi tersebut ke Polda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta atlet muda Piala Raja 2026 menjunjung sportivitas, unggah-ungguh, dan semangat “Aku Iso”.