Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan alat kebersihan kepada para siswa dalam kegiatan Gresek Jumat Wage di SMPN 16 Jogja, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong semua elemen masyarakat turut menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Salah satunya pada institusi pendidikan, dicanangkan kegiatan Gresek Jumat Wage untuk bersih-bersih lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Budi Asrori, menjelaskan kegiatan ini dikemas dalam Gerakan Resik-Resik Sekolah (Gresek) Jumat Wage yang merupakan tindak lanjut dari lomba kebersihan sekolah Kota Jogja yang dilaksanakan pada Maret 2025 lalu.
“Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap Jumat Wage sehingga menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu upaya bersama bagaimana agar satuan pendidikan di Kota Jogja mulai dari PAUD, SD hingga SMP berpartisipasi menjaga kebersihan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam Gresek Jumat Wage ini, seluruh warga sekolah akan bekerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sekolah pada kebersihan lingkungan, tidak hanya di dalam sekolah tapi juga lingkungan di sekitar sekolah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menuturkan menjaga kebersihan sekolah menjadi kewajiban seluruh warga sekolah. “Jangan hanya di dalam sekolah, tapi juga lingkungan sekolah, saya kasih batas 200 meter. Supaya kita punya rasa kepekaan sosial terhadap kebersihan lingkungan,” katanya.
Karena program ini akan dilaksanakan oleh warga sekolah yang sebagian besar merupakan generasi muda, maka istilah Gresek bisa diganti dengan istilah yang lebih dekat dengan anak sekolah. “Kalau saya, kasih nama Genre Sekolah, Gerakan Resik-Resik Sekolah. Biar mudah diingat dan dekat dengan anak muda,” kata Hasto.
Selain membersihkan lingkungan sekolah, ia juga berharap sekolah bisa mengelola sendiri sampahnya. “Anak-anak tidak harus membawa pulang sampah, tapi sampah diselesaikan di sekolah. Jadi diolah di sekolah,” katanya.
Dengan kegiatan ini, selain meningkatkan peran sekolah dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, juga akan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk peduli pada sampah di sekitarnya serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
KPK menyebut OTT Bupati Pemalang terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan. Uang tunai lebih dari Rp2 miliar turut disita.
PSEL Piyungan akan mengolah 1.000 ton sampah per hari tanpa mengganggu operasional TPST di DIY yang tetap menjadi bagian sistem pengelolaan sampah.
PAN DIY menargetkan satu kursi DPRD di setiap Dapil di Kulonprogo untuk mengembalikan posisinya sebagai partai pemenang.
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis