WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan alat kebersihan kepada para siswa dalam kegiatan Gresek Jumat Wage di SMPN 16 Jogja, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong semua elemen masyarakat turut menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Salah satunya pada institusi pendidikan, dicanangkan kegiatan Gresek Jumat Wage untuk bersih-bersih lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Budi Asrori, menjelaskan kegiatan ini dikemas dalam Gerakan Resik-Resik Sekolah (Gresek) Jumat Wage yang merupakan tindak lanjut dari lomba kebersihan sekolah Kota Jogja yang dilaksanakan pada Maret 2025 lalu.
“Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap Jumat Wage sehingga menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu upaya bersama bagaimana agar satuan pendidikan di Kota Jogja mulai dari PAUD, SD hingga SMP berpartisipasi menjaga kebersihan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam Gresek Jumat Wage ini, seluruh warga sekolah akan bekerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sekolah pada kebersihan lingkungan, tidak hanya di dalam sekolah tapi juga lingkungan di sekitar sekolah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menuturkan menjaga kebersihan sekolah menjadi kewajiban seluruh warga sekolah. “Jangan hanya di dalam sekolah, tapi juga lingkungan sekolah, saya kasih batas 200 meter. Supaya kita punya rasa kepekaan sosial terhadap kebersihan lingkungan,” katanya.
Karena program ini akan dilaksanakan oleh warga sekolah yang sebagian besar merupakan generasi muda, maka istilah Gresek bisa diganti dengan istilah yang lebih dekat dengan anak sekolah. “Kalau saya, kasih nama Genre Sekolah, Gerakan Resik-Resik Sekolah. Biar mudah diingat dan dekat dengan anak muda,” kata Hasto.
Selain membersihkan lingkungan sekolah, ia juga berharap sekolah bisa mengelola sendiri sampahnya. “Anak-anak tidak harus membawa pulang sampah, tapi sampah diselesaikan di sekolah. Jadi diolah di sekolah,” katanya.
Dengan kegiatan ini, selain meningkatkan peran sekolah dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, juga akan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk peduli pada sampah di sekitarnya serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa