Rotasi Jabatan Pemkab Kulonprogo Disorot DPRD, Ini Pesannya
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Petani menyiapkan lahan di lahan Padukuhan Gading I, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Sabtu (7/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjoga.com, KULONPROGO–Lahan pertanian di Kabupaten Kulonprogo mengalami penyusutan akibat adanya pengalihfungsian lahan.
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulonprogo dari 2024 sampai 2025 memiliki luas lahan pertanian 11.047 hektare. Pada tahun depan diperkirakan akan menyusut menjadi 10.509 hektare lahan pertanian produktif di Kulonprogo.
"Menyesuaikan data pertanahan karena banyak alih fungsi lahan di Kulonprogo seperti pembangunan nasional," ujar Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Dispertapa Kulonprogo, Juliwati, Rabu (7/5/2025).
BACA JUGA: Bantu Petani di Wilayah 3T, Dosen UGM Manfaatkan Teknologi SMS
Menurutnya, hampir seluruh kapanewon di Kulonprogo terhitung produktif pertanian padi. Misalnya seperti Kapanewon Kalibawang, Nanggulan, Pengasih, Sentolo, Galur, Lendah, Panjatan, Temon, Kokap, Samigaluh, dan Girimulyo.
Menurutnya, hanya Kapanewon Wates saja yang hamparan pertanian padinya tidak begitu luas. Dia menyebut, dalam sehektare bisa menghasilkan banyak gabah kering panen (GKP). "GKPnya bisa 7-10 ton perhektare di sini," sambungnya.
Sementara itu, Staf Bidang Produksi dan Perlindungan Dispertapa Kulonprogo Heri Sugiyanto menambahkan, pertanian padi terdapa dua golongan yang dibedakan oleh musim tanam. Untuk golongan satu musim tanamnya Agustus-September.
Sedangkan golongan dua musim tanamnya November-Desember. Dua golongan tersebut disesuaikan dengan air irigasi yang tersedia. "Kalau jadi satu golongan airnya tidak cukup," ungkapnya.
Heri menyampaikan, ketentuan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Bupati Kulonprogo. Sehingga petaninya tidak bisa langsung melakukan masa tanam di luar dua golongan yang sudah ditentukan. Dia mengungkapkan, sepanjang 2024 di Kulonprogo menghasilkan 124.230 ton gabah kering giling (GKG).
Untuk 2025 ini belum bisa ditargetkan hasil panen padi di Kulonprogo. "Belum berani memprediksi tetapi mengupayakannya meningkat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.