SPMB Bantul 2026 Resmi: SMP Full Online, Ini Syarat & Kuotanya
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Sebuah unggahan video yang viral di sosial media soal dugaan kemunculan buaya di Sungai Progo, Padukuhan Juwono, Kalurahan Triharjo, Pandak, menuai polemik. Video soal penampakan buaya itu diunggah ulang oleh akun resmi Instagram @pemkabbantul, Lurah Triharjo menyatakan tak ada warga yang mengetahui keberadaan buaya tersebut. /Instagram.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebuah unggahan video yang viral di sosial media soal dugaan kemunculan buaya di Sungai Progo, Padukuhan Juwono, Kalurahan Triharjo, Pandak, menuai polemik. Video soal penampakan buaya itu diunggah ulang oleh akun resmi Instagram @pemkabbantul, Lurah Triharjo menyatakan tak ada warga yang mengetahui keberadaan buaya tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bantul, Arif Darmawan mengatakan, unggahan itu hanya repost dari akun media sosial lain. “Kemarin repost dari Facebook saja,” ujarnya Kamis (15/5/2025).
BACA JUGA:Mafia Tanah Kas Desa di Gunungkidul, Lurah Sampang Gedangsari Dituntut 2 Tahun Penjara
Arif menepis anggapan unggahan itu menyebarkan hoaks. Menurutnya, tujuan utama adalah memperingatkan masyarakat agar lebih waspada. “Kami fokus memberikan peringatan bagi warga yang beraktivitas di Sungai Progo untuk lebih berhati-hati,” katanya.
Soal permintaan agar unggahan tersebut dihapus, Arif menyebut tidak perlu dilakukan. Pasalnya, keterangan dalam unggahan itu sudah memberi penegasan bahwa keberadaan buaya masih sebatas dugaan. “Tidak (dihapus), karena dalam keterangan kami tulis 'diperkirakan',” jelasnya.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 20 detik yang menunjukkan seekor buaya diduga tengah berenang di Sungai Progo sempat menghebohkan warga. Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Antok Tejo pada Selasa (13/5/2025).
Namun Lurah Triharjo, Suwardi, meragukan keaslian kemunculan buaya tersebut. Ia menyatakan, tidak ada satu pun warga atau tokoh masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan langsung peristiwa itu. “Saya bingung, apakah ada motif lain menyebar informasi ini. Apalagi aktivitas penambangan pasir di lokasi itu sedang disorot,” ujarnya.
BACA JUGA: 3 Tersangka Perundungan PPDS Undip Dilimpahkan ke Kejaksaan
Meski demikian, Suwardi tetap meminta warga yang beraktivitas di bantaran Sungai Progo – baik petani maupun penambang pasir untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan kebenaran informasi ini. “Kalau benar, tentu ini membahayakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Kemenhan jelaskan peran TNI dalam memberantas begal Jakarta lewat OMSP bersama Polri untuk menjaga keamanan masyarakat.
Kecelakaan di simpang Madukismo Bantul terjadi saat truk terguling dan menimpa motor di Ringroad Selatan. Pengendara motor mengalami patah tulang.
Jadwal TKA SMA 2026 dimajukan menjadi 26 Oktober–8 November. Kemendikdasmen ubah sistem ujian jadi empat hari per gelombang.
Kasus dugaan asusila oknum polisi di Polda NTB naik ke tahap penyidikan usai penyidik menemukan indikasi tindak pidana kekerasan seksual.
Imigrasi Yogyakarta menggagalkan keberangkatan 13 WNI diduga calon haji nonprosedural melalui Bandara YIA selama April-Mei 2026.