Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Tanah Kas Desa - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lurah Sampang, Gedangsari Suharman dituntut dua tahun penjara dalam kasus mafia tanah kas desa untuk tambang tanah uruk pembangunan tol Jogja-Solo. Hingga saat ini proses pembuktian kasus masih berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta.
Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Sendhy Pradana Putra mengatakan, didalam kasus mafia tanah kas desa di Kalurahan Sampang, Gedangsari terdapat dua tersangka. Tersangka pertama merupakan Lurah Sampang, Suharman dan satu tersangka lain atas nama Turisti, selaku penanggungjawab di lokasi penambangan sekaligus direktur Perusahaan penyuplai tanah uruk di proyek pembangunan tol Jogja-Solo.
BACA JUGA: Tiga Pekan Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Bantul Lesu
Menurut dia, untuk berkas Lurah Suharman sudah memasuki tahapan penuntutan dan pledoi dari terdakwa. Adapun sidang penuntutan di Pengadilan Tipikor berlangsung 29 April lalu.
Didalam sidang tersebut, kata Sendhy, lurah nonaktif didakwa bersalah telah melanggar Pasal 3 dan 11 Undang-Undang tentang Tipikor. Atas dakwaan ini, tersangka dituntut hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp100 juta subsider kurungan selama enam bulan.
“Atas tuntutan ini, terdakwa juga sudah menjalani sidang pembelaan. Pledoi terlaksana dalam sidang yang berlangsung 6 Mei 2025,” kata Sendhy, Kamis (15/5/2025).
Dia menambahkan, untuk berkas Turitsi hingga sekarang masih dalam pemeriksaan saksi. Berkas Lurah Suharman lebih cepat dikarenakan proses penanganan yang lebih dulu ketimbang miliki satu tersangkaa lain.
“Pasti akan kami selesaikan proses hukumnya sampai tuntas,” ungkapnya.
Kerugian atas penambangan tanah kas desa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp506 juta. Angka tersebut diperoleh dari volume TKD yang ditambang seluas 24.185 meter kubik dan dikali dengan harga satuan meter kubik sebesar Rp46.500.
BACA JUGA: Jadwal Perpanjangan SIM di Bantul, Kamis 15 Mei 2025
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan, Dinas Pemebrdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro mengatakan, opersional pemerintahan di Kalurahan Sampang, Gedangsari tetap berjalan seperti biasa, meski lurahnya terjerat kasus penambangan TKD. Sejak Lurah Suharman ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya telah menunjuk Carik sebagai pelaksana tugas Lurah Sampang.
“Jadi tidak ada masalah karena operasional dan pelayanan di kalurahan tetap berjalan seperti biasa,” kata Kris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk Febrie Adriansyah. Peluang pengajuan praperadilan kini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.