Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN--Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meluncurkan dua aplikasi inovasi pelayanan masyarakat di Kapanewon Tempel, Selasa (20/5/2025). Aplikasi tersebut bernama Sistem Pendataan Keluarga Digital (Sinta Gadis) Tempel. Melalui aplikasi tersebut perokok aktif berusia anak juga terdata.
Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, mengatakan aplikasi Sinta Gadis Tempel merupakan aplikasi pendataan keluarga berbasis digital yang mencakup data lengkap masyarakat Tempel di delapan kalurahan.
Kata dia data yang dikumpulkan dalam aplikasi Sinta Gadis cukup lengkap, mulai data kemiskinan, bahkan anak-anak yang menjadi perokok aktif ikut terdata. Menurut Agung, seluruh data yang terhimpun akan memudahkan Pemerintah Kapanewon untuk menentukan kebijakan dan/atau melaksanakan program pemerintah agar tepat sasaran.
Adapun layanan inovatif lain yang diluncurkan bernama Pelayanan Administrasi Kependudukan Antar Sampai Alamat (Pak Asmat). Pak Asmat merupakan pelayanan administrasi Kapanewon Tempel yang memudahkan masyarakat saat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
“Layanan Pak Asmat memberi kemudahan kepada masyarakat yang sedang mengurus administrasi. Dalam implementasinya, jika ada masyarakat yang terkendala dalam pengurusan KTP dan KK, petugas Pak Asmat memberikan layanan antar sampai alamat rumah,” kata Agung, Selasa (20/5/2025).
BACA JUGA: SPPG Skema BUMDes DIY Bakal Direplikasi di Daerah Lain
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan inovasi menjadi hal penting dalam menjalankan tugas guna memberikan pelayanan bagi masyarakat. Hal ini semakin penting lantaran perkembangan zaman membawa banyak perubahan khususnya di lingkungan masyarakat.
“Tuntutan perkembangan zaman mengharuskan kita untuk berpikir kreatif, termasuk di pemerintahan. Daerah atau wilayah yang tidak mengikuti perkembangan zaman, tentu akan tertinggal,” kata Danang.
Danang mendukung apabila inovasi yang dilakukan di Kapanewon Tempel juga diterapkan di kapanewon lain dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Dalam kesempatan yang sama, Kapanewon Tempel melakukan graduasi terhadap 65 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Graduasi dilakukan secara simbolis kepada delapan perwakilan oleh Wakil Bupati Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari