Kerap Mencuri, Remaja di Bantul Dibina di Sentra Antasena Magelang
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL–Masalah sampah liar di kawasan Ring Road Selatan kembali jadi sorotan. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan akan mengambil langkah terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan, termasuk membuka identitas mereka ke publik.
“DLH hampir tiap tiga hari sekali membersihkan sampah liar di Ring Road Selatan. Ini proses yang terus-menerus dan melelahkan,” ujar Halim, Sabtu (7/6/2025).
Ia menyebut, Pemkab Bantul sudah mengantongi nama-nama pelaku yang tertangkap tangan membuang sampah oleh Satpol PP. Meski saat ini identitas pelaku belum diekspos, Halim menyatakan hal itu bisa berubah.
“Kalau nanti ketahuan, terpotret, akan kami umumkan wajahnya di media sosial. Mohon maaf, ini demi kebersihan daerah kita,” ujarnya.
Langkah ini, kata Halim, juga menjadi peringatan keras kepada warga, terutama di kawasan suburban seperti Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan, hingga Piyungan, agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah. Ia menyebut Pemkab telah memasang CCTV dan menempatkan petugas untuk memantau titik rawan pembuangan liar.
BACA JUGA: Iduladha, Penggilingan Daging di Ambarketawang Sleman Kebanjiran Order
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengakui pembuangan sampah liar masih terjadi. “Kami melakukan pembersihan dua kali seminggu. Tapi memang masih ada warga yang membuang sembarangan,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, DLH gencar melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan fasilitator lingkungan di tiap kapanewon, LSM, hingga perguruan tinggi. “Kami libatkan mahasiswa KKN tematik untuk ikut memberi edukasi soal pengelolaan sampah,” ujar Bambang.
DLH juga tengah mendorong pembentukan bank sampah di tingkat pedukuhan hingga RT agar pengelolaan sampah bisa selesai di tingkat terbawah. “Kami ingin sampah itu selesai di sumbernya. Kalau sudah tertangani di RT atau dusun, sampah tidak akan sampai ke jalan,” kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Workshop P4GN di Kelurahan Gowongan mengajak warga mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba agar penanganan dan pemulihan bisa dilakukan lebih cepat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.