Dana Revitalisasi 41 Sekolah di Bantul Belum Cair, Ini Kata Disdikpora
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL–Masalah sampah liar di kawasan Ring Road Selatan kembali jadi sorotan. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan akan mengambil langkah terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan, termasuk membuka identitas mereka ke publik.
“DLH hampir tiap tiga hari sekali membersihkan sampah liar di Ring Road Selatan. Ini proses yang terus-menerus dan melelahkan,” ujar Halim, Sabtu (7/6/2025).
Ia menyebut, Pemkab Bantul sudah mengantongi nama-nama pelaku yang tertangkap tangan membuang sampah oleh Satpol PP. Meski saat ini identitas pelaku belum diekspos, Halim menyatakan hal itu bisa berubah.
“Kalau nanti ketahuan, terpotret, akan kami umumkan wajahnya di media sosial. Mohon maaf, ini demi kebersihan daerah kita,” ujarnya.
Langkah ini, kata Halim, juga menjadi peringatan keras kepada warga, terutama di kawasan suburban seperti Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan, hingga Piyungan, agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah. Ia menyebut Pemkab telah memasang CCTV dan menempatkan petugas untuk memantau titik rawan pembuangan liar.
BACA JUGA: Iduladha, Penggilingan Daging di Ambarketawang Sleman Kebanjiran Order
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengakui pembuangan sampah liar masih terjadi. “Kami melakukan pembersihan dua kali seminggu. Tapi memang masih ada warga yang membuang sembarangan,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, DLH gencar melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan fasilitator lingkungan di tiap kapanewon, LSM, hingga perguruan tinggi. “Kami libatkan mahasiswa KKN tematik untuk ikut memberi edukasi soal pengelolaan sampah,” ujar Bambang.
DLH juga tengah mendorong pembentukan bank sampah di tingkat pedukuhan hingga RT agar pengelolaan sampah bisa selesai di tingkat terbawah. “Kami ingin sampah itu selesai di sumbernya. Kalau sudah tertangani di RT atau dusun, sampah tidak akan sampai ke jalan,” kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Realisasi investasi Kota Magelang mencapai Rp246,23 miliar hingga Triwulan III 2026. Pemkot tetap membuka peluang dengan mengacu tata ruang dan regulasi.
Pemkot Jogja menggelar pasar murah di 23 titik pada Oktober-November 2026. Sebanyak 65 ton komoditas bersubsidi disiapkan.
Polda DIY menerima 99 laporan penipuan digital hingga Oktober 2026. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu paling banyak dilaporkan.
Ahmad Luthfi menyerahkan beasiswa kepada 424 mahasantri dan 58 santri penggerak di Jateng. Bantuan Rp1 juta per semester selama enam semester.
Website Kapanewon Pengasih dan Temon di Kulonprogo disasar peretas yang mengaku petugas Diskominfo. Simak modus dan cara mencegahnya.