Bawaslu Sleman Temukan Siswa Belum Masuk DPT saat Edukasi Pemilih
Bawaslu Sleman menemukan satu siswa SMK YPKK 2 belum terdaftar dalam DPT saat uji petik sekaligus menggelar edukasi politik pemilih pemula.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Impian mengubah sampah menjadi energi atau waste to energi (WtE) direncanakan secara luas oleh Pemerintah Pusat. Mekanismenya belum rinci, dan tiap wilayah di Indonesia masih dalam posisi menunggu termasuk Pemkot Jogja.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Agus Tri Haryono menyampaikan pihaknya masih menunggu kebijakan teknis terkait pola pengelolaan sampah tersebut.
"Sampai saat ini Peraturan Presiden [Perpres] belum ada, syarat dan ketentuan yang berlaku juga belum ada. Sehingga sampai saat ini belum ada rencana penerapan program WtE untuk mengolah sampah menjadi energi listrik," ujarnya, Selasa (10/6/2025).
Dia menuturkan program Waste to Energy yang merupakan salah satu inisiatif yang dapat mengatasi masalah sampah dengan mengubahnya menjadi sumber energi.
Dia menilai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) merupakan bagian dari program tersebut dapat mengurangi volume sampah di TPA dan memanfaatkannya sebagai sumber energi alternatif.
Meski begitu, saat ini Pemerintah Pusat sedang finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang WtE. Perpres tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2025. Program tersebut rencananya akan mulai digarap pada 2026-2028.
Karena itu, Agus menilai Pemkot Jogja masih menunggu aturan dalam pengelolaan sampah tersebut. Meski begitu, Agus menuturkan volume sampah Kota Jogja yang disetorkan ke TPST Piyungan masih di bawah jumlah volume yang disyarakatkan dalam program pengolahan sampah tersebut.
Dalam program tersebut, teknologi pengolahan sampah menjadi listrik hanya diterapkan di 33 kabupaten/kota dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari. Sementara sejak ditutupnya TPST Piyungan pada Mei 2024, sampah yang diproduksi Kota Jogja mencapai sekitar 332,48 ton per hari.
BACA JUGA: 10 SD di Gunungkidul Tak Dapat Murid Baru, Lima di Antaranya Berstatus Sekolah Negeri
Sejauh ini, setelah penutupan TPST Piyungan, Pemkot Jogja telah mengolah secara mandiri melalui beberapa TPS3R. Ke depan, Pemkot Jogja akan tetap mengelola sampahnya di TPS3R yang telah ada dengan mengoptimalkan pengolahan sampah di sana.
Selain itu, Pemkot Jogja juga berupaya mengurangi timbunan sampah dengan mendorong pengolahan sampah dari produsen sampahnya, antara lain sampah yang diproduksi masyarakat dan kawasan.
Dia menuturkan Pemkot Jogja telah memiliki kebijakan Sementara kawasan dan produsen dalam Raperda RPJMD Kota Jogja tahun 2025-2029.
Dalam raperda tersebut tercantumkan strategi pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir untuk menuju zero solid waste city. Di sana, tercantum mengenai peningkatan peran dan tanggung-jawab produsen dalam pengelolaan sampah.
“Produsen yang tidak menangani sampahnya harus dikenai teguran, bahkan sanksi jika tidak mengelola sampahnya dengan benar,” ujarnya.
Dalam konteks waste to energy, adanya aturan terkait dengan tanggung jawab produsen tersebut, menurutnya bertujuan untuk membuat produsen bertanggung jawab atas dampak lingkungan dari produk mereka di seluruh rantai produk, dari mulai desain sampai dengan produk dibuang oleh konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Sleman menemukan satu siswa SMK YPKK 2 belum terdaftar dalam DPT saat uji petik sekaligus menggelar edukasi politik pemilih pemula.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pendataan calon penerima bansos di Bantul diperpanjang hingga akhir Desember 2026. Warga yang belum terdaftar masih bisa diusulkan.
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.
Hiswana Migas dan Pertamina memastikan stok BBM DIY aman hingga akhir 2026, meski antrean SPBU meningkat akibat pergeseran konsumsi.