Antrean BBM Mengular, Warga Bantul Rela Antre Sebelum SPBU Buka
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Benur./JIBI-Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kabupaten Bantul melaprokan mulai akhir bulan Mei 2025 lalu pesanan atau delivery order (DO) benih-benih lobster (BBL) dari koperasi di Situbondo ke Vietnam disetop.
Hal ini menyebabkan nelayan Bantul semakin terpuruk karena kondisi gelombang tinggi dan penghentian pemesanan BBL.
BACA JUGA: Kolaborasi Tiwul dan Lobster, Sajian Unik di Gunungkidul
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya (DKP) Bantul, Kristanto Kurniawan menyampaikan penghentian permintaan benih Lobsters oleh koperasi yang ada di Jawa Timur kepada nelayan Bantul itu kini masih dibahas oleh Kementerian Keuangan.
"Sampai hari ini belum ada keputusan resmi dari Kemenkeu terkait PNPB eskpor bbl sehingga delivery order (DO) dari koperasi yang ada di Situbondo untuk sementara disetop," ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Kristanto menjelaskan, sebelumnya untuk mekanisme eskpor benih lobter sendiri diawali dengan koperasi di Situbondo yang memberikan delivery order kepada Koperasi Koperasi Berkah Segoro Kidul (BSK) yang berlokasi di Patalan, Jetis, Bantul.
Lalu koperasi di Situbondo berkomunikasi dengan Dinas Kelautan Perikanan DIY terkait kuota BBL yang nantinya akan dikirim ke koperasi di Situbondo.
Setelah ada kesepakatan jumlah kuota BBL yang akan dikirim ke koperasi di Situbondo maka kuota tersebut diberikan kepada Koperasi Berkah Segoro Kidul (BSK) untuk pengadaan atau pembelian benih ke nelayan melalui kelompok usaha bersama nelayan yang berjumlah tujuh kelompok usaha nelayan.
BACA JUGA: Penyelundup Lobster Terdeteksi Lewat Bantuan IT
"Diluar tujuh kelompok usaha bersama nelayan itu nelayan tidak bisa menjual BBL tempat lainnya terkecuali mereka menjual pada koperasi di luar DIY yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," ucapnya.
Pantauan Harian Jogja di kawasan pantai selatan Bantul, seorang nelayan di kawasan pantai selatan Bantul mengungkapkan bahwa ia mendapat kabar dari pedagang langganannya yang biasa mengekspor benih bening lobster (BBL) ke Vietnam, bahwa negara tujuan ekspor tersebut kini menghentikan sementara impor BBL.
Kondisi inilah yang menyebabkan harga BBL anjlok drastis.
"Kalau dua bulan tiga bulan yang lalu per ekor BBL laku Rp5.000 hingga Rp7.000, namun sekarang hanya laku Rp700 per ekornya," keluh nelayan dengan inisial OP.
Walaupun ekspor BBL saat ini sedang dihentikan sementara, masih ada pedagang yang tetap membeli BBL meski dengan harga yang sangat rendah.
Di sisi lain, banyak nelayan terikat kerja sama dengan pedagang yang sudah memberikan mereka modal berupa alat tangkap khusus benur, dengan nilai mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah per orang.
"Ya kita itu nelayan sudah kena jeratan dari pedagang BBL, sehingga mau tidak mau juga harus melaut menangkap benur meski taruhan nyawa karena gelombang pasang. Ya sebenarnya tak sebanding harga benur dengan taruhan nyawa saat melaut," keluhnya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.