Akses Air Perpipaan di Kota Jogja Rendah, Pencemaran Sumur Disorot
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat leptospirosis di Kota Jogja mencapai belasan kasus hingga pertengahan Juni 2025. Penyakit ini menimbulkan beberapa orang meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menjelaskan hingga 17 Juni 2025 ada 17 orang yang menderita leptospirosis. Dari jumlah tersebut lima orang di antaranya meninggal dunia.
“[Penyebab penderita leptospirosis meninggal] Karena keterlambatan mengakses layanan kesehatan [penanganan penyakit]. Yang meninggal ini sempat telah dibawa ke rumah sakit tapi sudah parah, sudah menyerang ginjal, sehingga harus dilakukan cuci darah,” katanya, Kamis (19/6/2025).
BACA JUGA: Sri Sultan Serahkan Proses Pembebasan Lahan Warga Tegal Lempuyangan kepada KAI
Sebagian besar pasien kondisinya semakin parah, karena awalnya keluarga hanya mengira pasien mengalami demam biasa. Gejala awal penyakit leptospirosis berupa demam, nyeri pada tubuh, badan mengalami letih dan lesu mirip dengan gejala penyakit akibat infeksi virus atau bakteri lainnya. Sehingga, keluarga korban pun mengira pasien mengalami leptospirosis.
“Rata-rata [keluarga korban] mengira bukan sakit serius, jadi cuma demam terus diobati sendiri, minum obat sendiri,” katanya.
Keluarga pasien seringkali baru membawa ke fasyankes karena selama beberapa hari ta kunjung membaik. Setelah itulah baru diketahui bahwa pasien sudah terjangkit leptospirosis pada tingkat lanjut. Sejumlah pasien yang dibawa ke fasyankes seringkali dalam kondisi sudah parah, seperti urine berwarna kuning keruh menunjukkan penyakit tersebut telah menyerang ginjal dan berada pada tahap lanjut.
“Kalau ini segera tidak ditangani bakterinya bisa menyerang ginjal, menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Karena itu banyak yang mendadak sudah cuci darah. Kalau sudah itu biasanya mendadak dan sudah cepat [penjangkitannya],” katanya.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan karena bakteri Leptospira yang dapat menular melalui kencing atau kontak dengan tikus. Ia meminta agar masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan menghindari kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.
BACA JUGA: Linimasa Parade Teater TBY 2025 Tampilkan 3 Kelompok, Angkat Persoalan Tanah
Masyarakat perlu membasmi tikus dan sarangnya untuk mencegah perindukan hewan tersebut. "Kami imbau masyarakat menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi bakteri tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Pemasangan girder Tol Jogja-Solo di Kalasan pada 27 Juli 2026 memicu penyempitan Jalan Jogja-Solo. Simak jadwal dan jalur alternatifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 26 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.