Long Weekend Bikin Hotel di Bantul Penuh, Okupansi Capai 70 Persen
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Jalur Pansela Tulungagung-Trenggalek/Antara
Harianjoga.com, BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebut tengah bersiap menata kawasan selatan agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru seiring meningkatnya lalu lintas orang, barang, dan jasa.
Sejumlah proyek besar di ujung selatan Bumi Projotamansari diketahui masih berproses salah satunya pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Bantul dan Gunungkidul.
BACA JUGA: Antrean Panjang Pengambilan PIN SPMB 2025 Tingkat SMP di Bantul Masih Terjadi
“JJLS Kelok 23 ini kan masih berproses dan targetnya tahun depan selesai. Tentu volume kendaraan akan semakin tinggi, sehingga akan muncul peluang ekonomi dan usaha baru. Kalau tertata, ini akan jadi bangkitan ekonomi baru karena semakin terintegrasi,” kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Kamis (19/6/2025).
Menurut Halim, Pemkab telah menyiapkan side plan atau rencana tata ruang di sekitar Kelok 23, termasuk jaringan jalan penghubung antarpetak atau rumah yang bakal dibangun di sana. Seiring berkembangnya permukiman, pemerintah juga siap memenuhi kebutuhan fasilitas umum (fasum) seperti musala, PAUD, dan fasilitas lainnya.
“Fasum itu nanti dikuasai oleh pemerintah karena untuk kepentingan umum. Nanti akan kami inventarisir kebutuhannya. Sumber dananya bisa dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK), atau desa juga punya anggaran,” kata Halim.
Sementara, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menyebut pembangunan JJLS, termasuk jembatan Pandansimo dan Kelok 23 akan menghubungkan wilayah strategis antar-kabupaten, seperti Bantul-Kulonprogo dan Bantul-Gunungkidul. Konektivitas ini diyakini akan memicu pertumbuhan pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Setelah jembatan Pandansimo dan Kelok 23 selesai, JJLS akan semakin nyata dimanfaatkan masyarakat. Pemkab akan melengkapi infrastruktur seperti lampu dan rambu-rambu, serta menata ulang kawasan untuk kepentingan arus hidup dan aktivitas ekonomi,” ujar Aris.
Ia menambahkan, meski belum ada data pasti soal peningkatan jumlah wisatawan, pihaknya optimistis akan ada lonjakan kunjungan, terutama di sepanjang pantai selatan yang terhubung JJLS. Untuk itu, koordinasi lintas dinas, termasuk Dinas Pariwisata dan lainnya akan diperkuat.
“Kami antisipasi dari sekarang, agar tidak terjadi penumpukan atau kekacauan seperti yang sempat terjadi pasca pembukaan Jembatan Kretek II,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.